SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

“Give Me Ten Youth, and I Will Shake the World” Bang Ali Hidupkan Semangat Bung Karno di Refleksi Sumpah Pemuda

Bang Ali kembali raih penghargaan dimalam sumpah pemuda Arek Lancor Pamekasan

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 di Kabupaten Pamekasan tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga ruang refleksi untuk meneguhkan kembali peran generasi muda dalam membangun peradaban.

Salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah seruan agar pemuda berani bermimpi besar, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi sesama.

 

Kegiatan refleksi yang diselenggarakan Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) pada Kamis (29/10/2026) itu berlangsung khidmat dan mendapat perhatian masyarakat. Ribuan warga hadir bersama sejumlah tokoh, termasuk Guru Besar Prof. Dr. M. Kurjum yang disebut hadir mewakili Pusat Kajian Tokoh-Tokoh (Puskatt) Nusantara.

 

Suasana semakin meriah ketika nama Ali Zainal Abidin, yang akrab disapa Bang Ali, dipanggil untuk menerima penghargaan. Kehadirannya disambut tepuk tangan dan sorak-sorai para pengunjung. Dalam suasana tersebut, ia juga mendapat julukan “M. Tabrani Masa Kini”, merujuk pada tokoh perintis bahasa persatuan Indonesia.

 

Bang Ali menerima penghargaan sebagai Tokoh Muda Inovator Bisnis yang Peka terhadap Permasalahan Sosial di Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan atas kiprahnya yang dinilai memadukan aktivitas bisnis dengan gerakan sosial melalui Yayasan Bani Insan Peduli (BIP).

Bisnis dan Kepedulian Sosial

Melalui Bani Insan Peduli, berbagai kegiatan sosial telah dijalankan di sejumlah wilayah, mulai dari Madura dan daerah lain di Jawa Timur hingga Jawa Tengah, Jawa Barat, serta kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

BACA JUGA :  M lumban Tobing, Resmi PHK, Namun Tidak Sah

 

Program yang dijalankan mencakup bantuan bagi masyarakat duafa, anak yatim, penyandang disabilitas, serta dukungan di bidang pendidikan dan keagamaan. Kegiatan lainnya meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur, bedah rumah, pembangunan sumur bor, penyediaan air bersih, bantuan asrama dan pondok pesantren, hingga santunan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

 

Kiprah tersebut menjadi salah satu latar belakang penghargaan yang diterimanya. Bagi Bang Ali, semangat kepemudaan tidak cukup diwujudkan melalui slogan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Mengingat Pemuda pada Zaman Nabi

Dalam sambutannya, Bang Ali mengajak masyarakat menengok kembali sejarah perjuangan generasi muda pada masa Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, semangat dan keberanian anak muda memiliki peran penting dalam membangun peradaban, termasuk dalam sejarah awal perkembangan Islam.

Ia menyampaikan bahwa banyak sahabat Nabi yang memikul tanggung jawab besar sejak usia muda. Pesan tersebut, menurutnya, relevan dengan kondisi generasi saat ini yang memiliki kesempatan untuk mengambil peran dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan keagamaan.

 

“Karena itu, malam hari ini layak bagi kita semua untuk merayakan Sumpah Pemuda. Bahkan pada zaman Nabi, peradaban juga dipikul oleh pemuda-pemuda,” ujar Ali dalam sambutannya.

BACA JUGA :  Dua Tokoh Terpopuler Caleg Dapil II Partai Demokrat Kabupaten Pamekasan

Ia kemudian membacakan pepatah Arab yang sarat makna tentang kepemimpinan generasi muda:

شُبَّانُ الْيَوْمِ رِجَالُ الْغَدِ

Artinya, “Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.”

 

Pepatah tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas generasi mudanya. Pemuda perlu membangun kapasitas diri, menjaga integritas, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menggemakan Pesan Bung Karno

Dalam kesempatan yang sama, Bang Ali turut mengutip ungkapan yang populer dikaitkan dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tentang besarnya kekuatan generasi muda.

“Give me ten young men and I will shake the world.”

 

Ungkapan tersebut dikenal luas dalam bahasa Indonesia sebagai, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

 

Bagi Bang Ali, pesan tersebut bukan sekadar ungkapan heroik, melainkan ajakan agar generasi muda memiliki keberanian, visi, dan tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan.

Ia juga menyinggung peran Mohammad Tabrani dalam sejarah perjuangan bahasa persatuan.

 

Menurutnya, kesadaran kebangsaan yang diperjuangkan para tokoh pergerakan harus terus dirawat oleh generasi penerus melalui sikap bertanggung jawab dan kontribusi nyata bagi Indonesia.

 

“Tanpa perjuangan para tokoh perintis bahasa persatuan, perjalanan bangsa Indonesia tentu tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang dalam membangun identitas nasional. Karena itu, kita harus menjadi pemuda yang hebat dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

BACA JUGA :  Penerbangan Lumpuh, Founder Bani Insan Peduli Pilih Naik Bus ke Madura Demi Misi Kemanusiaan

Menjadi Manusia yang Bermanfaat

Menutup sambutannya, Bang Ali mengingatkan pentingnya membangun karakter pemuda yang tidak hanya unggul dalam pencapaian pribadi, tetapi juga membawa manfaat bagi orang lain.

Ia menyampaikan harapan agar generasi muda mampu meneladani nilai-nilai kebaikan, memperkuat kepedulian sosial, dan menjadikan pengabdian sebagai bagian dari perjalanan hidup.

 

Bang Ali juga mengutip ungkapan yang populer dikenal dalam tradisi Islam:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

“Kata Nabi Muhammad, pemuda yang baik akan mendapatkan naungan pada hari akhir nanti.

 

Saya juga mohon doanya, mudah-mudahan saya selalu menjadi sosok yang khairunnas anfa’uhum linnas,” pungkasnya.

 

Refleksi Sumpah Pemuda di Pamekasan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat persatuan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Nilai-nilai Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui keberanian berpikir, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

 

Sebab, sebagaimana pesan yang digaungkan dalam kegiatan itu, pemuda bukan hanya pewaris masa depan, melainkan juga bagian dari kekuatan yang menentukan arah perjalanan bangsa hari ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *