Terima Kasih Perusahaan Rokok Lokal Madura, Secara Perlahan Masyarakat Mulai Sejahtera
PAMEKASAN,CYBERJATIM.ID,- Munculnya ratusan perusahaan rokok lokal, tidak hanya menguntungkan bagi petani, melainkan mampu mengangkat perekonomian ratusan ribu hingga jutaan masyarakat di Madura.
Pulau garam Madura yang dulunya sempat dikenal dengan pulau perantauan, lantaran banyak masyarakat yang menggantungkan nasibnya di negeri orang, kini tidak sedikit yang balik kampung dan dengan mudah mendapatkan pekerjaan.
Masyarakat Madura yang dulunya dikenal dengan perekomiannya yang suram, kini mulai bangkit setelah mudahnya lapangan pekerjaan. Bahkan saking mudahnya untuk mendapatkan pekerjaan, masyarakat tidak perlu ragu karena ijazahnya.
Pekerja linting dan packing serta kebutuhan tenaga kerja yang lain dibidang rokok lokal, tidak perlu disulitkan dengan persyaratan – persyaratan layaknya saat melamar di kantoran.
Tidak ada yang ditolak dan tersingkir, karena perusaan rokok lokal tidak menilai dari pengalaman kerja sebelumnya. Cukup dengan disiplin, mau kerja keras dan jujur itu mampu mendapatkan upah diatas minimum.
Pemerintah harus bersyukur mendengar ini, karena sebelumnya melihat kondisi masyarakat yang terkatung mencari pekerjaan bahkan nyaris pengangguran meningkat, kini secara perlahan pengangguran terhentaskan.
Sehingga, pemerintah terselamatkan dari kata “Pemerintah tidak peduli akan pengangguran, Pemerintah tidak menfasilitasi lapangan pekerjaa”.
Pemerintah wajib hadir, mendengar masyarakat Indonesia khususnya Madura yang secara perlahan terlepas dari buruknya perekonomian.
Masyarakat harus peka bahwa maraknya rokok lokal saudara kita, keluarga kita dan bahkan mereka yang sebelumnya bertindak kriminal kini mulai redup karena mudahnya lapangan pekerjaan.
“Terima kasih pengusaha Madura” ini yang layak kita ucap saat ini.
Dulu masyarakat yang banyak kesulitan membiayai pendidikan anaknya, bahkan putus ditengah jalan. Kini bahasa itu tidak ada lagi. Masyarakat Madura saat ini mempu membiayai anaknya hingga tingkat universitas.
Wahai penguasa ! Lihat dan lindungi pengusaha Madura, berilah akses kemudahan dalam setiap pengurusan administrasi untuk keberlangsungan usaha yang ia keluti, turunkan harga pita cukai.
Pastinya masyarakat banyak ragu dan bimbang, ketika pajak yang dibayarkan pada negara. Hanya menjadi lonjakan ‘korupsi’ bagi mereka para oknum penguasa. Yang belum tentu mampu memberikan lapangan pekerjaan hingga mengentaskan pengangguran.


