Menjelang Pilkada Pamekasan Beberapa Figur Bermunculan, KPU Harus Profesional Memilih Penyelenggara
PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Menjelang pemilihan kepala daerah ( Pilkada ) sudah nampak didepan mata, bahkan tahapan demi tahapan sudah mulai dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Pamekasan.
KPU dalam akun resminya mengeluarkan daftar tahapan dan jadwal pilkada tahun 2024, 17 April 2024 pembentukan PPK, PPS dan KPPS, 31 mei 2024 pemutaakhiran dan penyusunan daftar pemilih, 5 Mei sampai 29 Agustus 2024 pemenuhan persyarakatan dukungan pasangan calon perseorangan, 27 sampai 29 Agustus 2024 Pendaftaran pasangan calon, 22 September 2024 penetapan pasangan calon, 25 September sampai 23 November 2024 pelaksanaan kampanye, 27 November 2024 Pelaksanaan pemungutan suara, 27 November sampai 16 Desember penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara.
Sementara sampai saat ini Bakal Calon ( Balon ) Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan belum terlihat, namun ada beberapa nama bersleweran dikalangan masyarakat diantaranya, Rudy Susanto, Khalilurrahman, Baddruttamam, Firmansyah Ali, Fattah Jasin dan Abdussalam.
Dari beberapa Figur yang muncul kali ini masih belum ada yang menyatakan siap dan mendeklarasikan diri sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, sehingga berbagai respon masyarakat masih ngambang dan tidak ada kepastian.
Namun diantara beberapa figur tersebut yang banyak mendapatkan respon positif dari masyarakat yakni mantan Bupati Pamekasan, Khalilurrahman.
” Jika harus milih dan bisa mencalonkan diri, saya lebih pilih PJ Bupati Pamekasan, Bapak Masrukin, dan untuk Wabupnya saya lebih setuju Harisandi Savari, saya yakin ketika dua figur tersebut bersatu Pamekasan akan lebih baik “. Tegas Rofiqi
Selain itu, Rofiqi berharap KPU Pamekasan untuk benar – benar selektif dalam memilih penyelenggara menjelang Pilkada tahun ini, karena rusak dan baiknya demokrasi terdapat pada penyelenggara yang baik.
” Ini Pamekasan, setitik kesalahan pasti akan kelihatan, jadi pilihlah penyelenggara yang benar – benar profesional, karena Pilkada ini beda dengan Pemilu, lebih rawan dan rentan terjadi gesekan “. Tutupnya





