SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Gegara Sepatu, Sejumlah Aktivis Lakukan Aksi Penolakan Terhadap Kunjungan Mensos RI di Pamekasan

 

PAMEKASAN – Kedatangan Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf ke Pamekasan disambut gelombang penolakan dari sejumlah aktivis mahasiswa dan organisasi masyarakat, Minggu (10/05/2026).

Sejumlah Aktivis dan mahasiswa membentangkan spanduk di depan pintu masuk Kampus Universitas Islam Madura (UIN) berisi tuntutan penolakan terhadap kedatangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pamekasan.

Kegiatan aksi tersebut berkaitan dengan Dugaan mark up anggaran sepatu sekolah rakyat yang dinilai harganya tidak masuk akal.

Salah satu Korlap Aksi, SA yang merupakan aktivis muda di Madura mengungkapkan, dugaan penggelembungan harga pengadaan sepatu dan perlengkapan program Sekolah Rakyat di Bekasi pada Sabtu (9/5/2026) menjadi salah satu sebab penolakan dilakukan di pamekasan.

BACA JUGA :  Ketua PPPK Ikut Vaksin di Arek Lancor, Basri : Vaksin Menyehatkan

“Menteri sosial Gus Ipul dalam anggaran pengadaan sepatu untuk siswa di Sekolah Rakyat mencapai Rp 27 miliar terlalu berlebihan dan kurangnya transparan terhadap publik,”

Menurutnya kegiatan aksi penolakan terhadap kunjungan kerja Mentri Sosial RI sangatlah perlu dan patut melihat banyaknya bantuan BPJS masyarakat dicabut.

BACA JUGA :  Kapolres Aceh Selatan Nova Suryandaru Beri Semangat Kepada Peserta Pawai Karnaval.

“Patut untuk kami tolak, karena berkaitan dengan Dugaan Mark Up Anggaran yang pantastis harganya dan terkesan tidak masuk akal sedangkan penerima bantuan BPJS di Kabupaten Pamekasan dicabut,” terangnya.

Ia menilai program untuk sekolah rakyat adalah cita-cita mulya pemerintah dalam memajukan negara melalui sektor pendidikan tapi hal itu dianggap tercoreng.

“Kami sangat menyayangkan program yang memiliki maksud baik untuk rakyat malah sarat adanya dugaan praktek tindak pidana dalam pengadaan keperluan sepatu rakyat,” tukasnya.

BACA JUGA :  Tak Kunjung Ada, Warga Pertanyakan Perabot UKS SD Negeri Kelapa Dua Kecamatan Kairatu

Dalam penolakan itu, sekelompok pemuda dan mahasiswa membawa poin tuntutan yaitu :

1. Meminta kepada presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Syaifullah Yusuf atau sapaan akrabnya Gus Ipul dari jabatannya dari Kementerian Sosial.
2. Meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera tangkap dan periksa Gus Ipul perihal Pengadaan Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat yang Diduga di Markup.

Untuk diketahui, Meskipun ada penolakan dari sejumlah pemuda dan mahasiswa pamekasan, kegiatan tersebut tetap berjalan dan terlaksana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *