Viral ! Penertiban PKL di Arek Lancor, Bertolak Belakang Dengan Janji Politik Kharisma
PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Viral dibeberapa akun tiktok, Satpol PP Pamekasan cekcok mulut dengan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Arek Lancor. Senin (30/12/24)
Penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP tersebut berdasarkan peraturan daerah (Perda ) Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL.
Namun nampaknya, penertiban tersebut berujung sia – sia atau formalitas, karena hampir sering dilakukan penertiban namun para PKL tetap berjualan di Arek Lancor, bahkan semakin banyak dan menjamur.
” Ketegasan Satpol PP di Pamekasan perlu dipertanyakan, karena semakin hari sepertinya PKL di kawasan hijau Arek Lancor semakin bertambah dan tidak mengindahkan peraturan daerah “. Tegas Faisol Dear Jatim.
Bahkan menurutnya, lebih parahnya lagi adalah mobil penjual buah yang berjejer di bahu jalan, sehingga menurutnya membuat akses jalan semakin sempit.
” Bukan hanya PKL, pedagang buah juga semakin banyak dan berjejer didepan Bakorwil Pamekasan tapi dibiarkan oleh Satpol PP “. Tambahnya
Sementara dalam video yang viral tersebut, nampaknya Satpol PP kewalahan dalam menertibkan PKL.
” Dhegremmah roh matak eateng matak adil ? ( Bagaimana dengan itu kok tidak diangkat, tidak adil ), matak erampas rowah mak tak adil ( Kok tidak dirampas itu, kok tidak adil “. Teriak PKL sembari menunjuk ke mobil buah.
Bahkan, Satpol PP atas nama Abdul Muid sempat menegakkan dadanya didepan PKL, untungnya anggota Satpol PP yang lain berusaha untuk meredam.
” Jangan terpancing pak muid, jangan terpancing pak muid “. Kata Satpol PP yang juga ikut menertibkan.
Menariknya, Pedagang Kaki Lima ( PKL ) sempat melakukan diskusi dengan Calon Bupati Pamekasan ( KHARISMA ), yang waktu itu dihadiri langsung oleh K. Khalilurrahman, ia menyampaikan dalam janji politiknya bahwa PKL yang ada di Arek Lancor untuk tetap berjualan.
” Janji politik saya, kalau saya menang PKL yang ada di Arek Lancor tetap silahkan berjualan, akan tetapi satu maaf, berjualan di arek lancor akan kita tata sedemikian rupa “. Tegas K. Khalilurrahman calon Bupati Pamekasan yang berhasil mendapatkan suara terbanyak.
Sementara, pemerintah Kabupaten Pamekasan sudah mengeluarkan anggaran miliaran rupiah, untuk membuat tempat relokasi PKL yakni di Food Colony, namun hingga kini belum di fungsikan.





