Stop Premanisme ! Bea Cukai Madura Gagal Tindak Rokok Bodong, Gegara Diduga Diintervensi Oknum Polisi Gondrong
CYBERJATIM.ID- Media sosial tiktok kembali digemparkan setelah munculnya perselisihan antara petugas Bea Cukai Madura dan seseorang berambut gondrong diduga oknum anggota Polrestabes Surabaya. Rabu (7/5/2025)
Adu mulut tersebut terjadi diruas jalan Tol Suramadu, Bangkalan. Saat tim patroli Bea Cukai Madura yang berkantor di Pamekasan tersebut hendak menghentikan mobil box yang dikejarnya lantaran diduga bermuatan rokok bodong.
Namun, situasi tiba-tiba menegangkan, seketika sebuah mobil Toyota Innova hitam tiba di lokasi dan pengemudinya seorang pria Gondorong mengaku polisi anggota Polrestabes.
Dalam video yang beredar luas, terjadi adu argumen di lokasi antara pihak Bea Cukai dan oknum polisi yang tampak berlagak preman tersebut.
Dalam ketegangan itu, oknum polisi diduga memaksa membawa kabur mobil box yang belum sempat diperiksa dan mencoba mengintervensi proses penangkapan.
Humas KPPBC TMP C Madura Megatruh Yoga Brata membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, mobil boks itu sudah diikuti sejak awal dan langsung dihentikan sesampai di akses Suramadu.
“Setiba di akses Jembatan Suramadu, mobil tersebut lalu diberhentikan,” ujarnya dikutip dari jawapos.com, Sabtu (10/5/2025).
Menurut dia, pada saat peristiwa tersebut, seorang laki-laki berbaju putih dan berambut gondrong mengaku oknum anggota Polrestabes Surabaya mencoba mengintervensi petugas Bea Cukai.
Diduga pria berambut gondrong itu berusaha menggagalkan penyitaan dengan menyuruh sopir mobil boks untuk kabur dari lokasi.
Aksi saling dorong antara petugas Bea Cukai dan pria yang mengaku polisi itu pun tak terhindarkan.
“Oknum yang mengaku anggota Polrestabes Surabaya itu memaksa dan menyuruh sopir jalan,” tukasnya.
Polrestabes Surabaya akhirnya angkat suara. Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kasatintelkam Polrestabes Surabaya AKBP Edi Hartono membenarkan bahwa pria dalam video itu memang adalah anggotanya.
“Benar (yang bersangkutan anggota Satintelkam Polrestabes Surabaya). Saat ini, yang bersangkutan sedang diperiksa,” katanya.
Sementara, saat ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menggelar operasi besar tindak premanisme serentak se Indonesia.
Bahkan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menghimbau kepada Masyarakat untuk melaporkan tindakan premanisme dalam bentuk apapun yang meresahkan masyarakat.





