SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Penjual Atribut Merah Putih Sepi Peminat, Dampak PPKM

ilustrasi

PAMEKASAN, Cyberjatim.id,-  Menjelang refleksi hari kemerdekaan republik Indonesia RI tahun 2021, seorang pedagang atribut 17 Agustus, di Jalan Raya Trunojoyo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, masih sepi pembeli.

Pedagang Atribut 17 Agustus, Anton mengaku sudah berkali-kali datang dan berjualan atribut 17-an ke Bumi Gerbang Salam. Meski demikian, di hari kedua di bulan kemerdekaan ini, pihaknya mengalami sepi pembeli.

BACA JUGA :  Hubbul Wathon Minal Iman, Mantan Aktifis PMII,GMNI,HMI dan Nelayan, Desak Kapolres Segera Menetapkan Tersangka Perusak Mangrove

“Saya datang ke Pamekasan sejak tanggal 22 Juli 2021, tapi saya mulai jualan pada tanggal 23 Juli 2021. Sekarang sepi pembeli kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun kemarin lumayan banyak,” kata pria asal Garut itu.

Menurutnya, pandemi Covid-19 ini sangat berdampak terhadap kemajuan ekonomi masyarakat. Apalagi ada kebijakan PPKM Darurat dari pemerintah pusat.

BACA JUGA :  Sasar Tempat Wisata, Polsek Pademawu Beri Himbauan dan Bagikan Masker Gratis pada Pengunjung Pantai Jumiang

“Kemungkinan ada kaitannya dengan PPKM Darurat. Karena kalau malam lampu-lampu dipinggir jalan mati, mas,” papar pria berusia 37 tahun itu.

Lebih lanjut pria beranak 2 ini menuturkan, atribut yang dipasarkan bervariasi dengan harga yang variatif. Mulai dari harga 25 ribu dengan ukuran 90 cm hingga 300 ribu dengan ukuran 10 meter.

BACA JUGA :  Upaya Tekan penyebaran Covid-19, Polres Pamekasan Perpanjang KRYD Hingga Akhir Bulan Mei

“Jualan mulai jam 07 sampai 19. WIB.
Rata-rata laku 15 biji perharinya. Sekarang saja masih 4 atribut. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir,” pungkasnya.

Luth/Redaksi

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *