Menjawab Pertanyaan Warganet, Firman Syah Ali : Saya Memang Tidak Maju Pilkada, Tidak Lobi Partai
SURABAYA, CYBERJATIM.ID,- Tokoh Muda NU Firman Syah Ali yang beberapa bulan ini kerap disebut-sebut sebagai salah satu Bakal Calon Kepala Daerah di Pamekasan, Jember dan Surabaya, sampai hari terakhir pendaftaran tidak muncul juga di KPUD. Terkait hal tersebut, pria yang kerap disapa Kak Mamang ini angkat bicara di akun media sosialnya.
Kepada warganet yang mendukungnya, Firman Syah Ali menjawab, “terima kasih atas dukungannya, mohon maaf saya sejak awal memang tidak pernah maju Pilkada, begitupun tidak pernah mendaftar ke Partai Politik, juga tidak pernah melakukan pendekatan lainnya ataupun lobi-lobi. Kepada pengusaha saya juga tidak lobi. Kepada siapapun saya tidak lobi. Munculnya gerakan sosialisasi figur saya selama ini murni keinginan masyarakat” tulis tokoh olahraga Jawa Timur ini.
“Alasan saya tidak maju Pilkada 2024 adalah karena orang tua kurang merestui, sama kejadiannya dengan waktu Pilkada 2020. Bagi saya rekom orang tua jauh lebih penting daripada rekom partai politik, dan saya selama ini telah berjuang untuk mendapatkan rekom orang tua, namun sampai dengan saat ini belum juga dapat rekom. Orang tua saya ini kan sisa-sisa jaman kuno, beliau eman pada status PNS saya, tidak mau saya keluar dari PNS. Juga beliau sering dipengaruhi berita-berita di TV, banyak kepala daerah ditangkap KPK” lanjut tokoh organisasi petani ini.
“Dalam perjalanan hidup, saya memang selalu mengutamakan dan mensakralkan dawuh orang tua. Contohnya dulu tahun 2000-2001 disuruh pulang dari Jakarta dan disuruh daftar CPNS di Madura, saya langsung nurut, padahal di Jakarta waktu itu sedang senang-senangnya sebagai aktivis” lanjut Ketua Karate ini.
Tidak lupa Firman Syah Ali Meminta Maaf kepada seluruh masyarakat yang mendukungnya.
“Kepada adik-adik media, LSM dan seluruh masyarakat yang telah mendukung saya, saya mohon maaf tahun ini telah mengecewakan. Jangan khawatir dua tahun lagi saya sudah bisa pensiun dini dari PNS, dan kita masih bisa berjumpa lima tahun lagi dalam suasana yang lebih direstui orang tua saya. Saya harap panjenengan semua tidak kecewa dan kita akan tetap berjuang bersama” pungkas Kabid Inotek BRIDA Jatim ini.





