KPK Sita Emas Batangan, Senior PMII Ditahan
MADURA, CYBERJATIM.ID,- Munculnya berita terkait penangkapan terhadap beberapa aktivis oleh pihak kepolisian Polrestabes Surabaya saat melakukan aksi didepan kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur menarik perhatian.
Pasalnya penangkapan terhadap 7 aktivis dari Jaka Jatim tersebut diduga sebagai tindakan kriminalisasi terhadap aktivis.
Jaka Jatim yang diketahui sudah 6 kali melakukan aksi terhadap Dinas Pendidikan nampaknya merasa kecewa, lantaran dari sekian aksinya tidak pernah ditemui oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Sehingga puluhan massa aksi dari Jaka Jatim menerobos pintu masuk dan membuat pintu roboh, dengan tujuan untuk melakukan penggeledahan, karena pihak kepolisian diduga gagal dalam memfasilitasi para masa aksi yang ingin memastikan keberadaan Plt Kepala Dinas Pendidikan ada atau tidak dalam ruangan.
Adapun tuntutan dalam aksi yang dilakukan Jaka Jatim berkali – kali yaitu untuk membantu penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) agar segera menangkap terduka koruptor dilingkungan pemerintah Jawa Timur.
Jaka Jatim yang dikomandani Musfiqul Khair yang juga senior PMII meminta KPK dan PPATK menyelidiki hatta kekayaan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi.
Menurutnya harta kekayaan Wahid Wahyudi diduga didapatkan dari hasil korupsi selama menjadi pejabat pemprov Jatim tersebar dibeberapa wilayah, seperti di Lamongan, Gereik, Tuban, Malang dan Kota Batu.
Tidak hanya itu Wahid juga pernah digeledah tim anti rasuah dalam kasus dugaan korupsi dana hibah.
Penggeladahan terhadap Plt Kadindik Jatim Wahid Wahyudi oleh KPK, menurut Musfiq KPK melakukan penyitaan barang berhaga diantaranya 1 buah emas batangan, 2 buah berlian dan cek senilai 36 miliar.

Perjuangan terus dilakukan oleh Jaka Jatim untuk membongkar kasus Korupsi yang terjadi di Jawa Timur, sehingga tak peduli terhadap resiko yang akan terjadi.
Mendengar viralnya penangkapan terhadap 7 aktivis oleh pihak kepolisian pada hari Jumat, 16 Juni 2023, puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) se Madura akan menggelar aksi besar – besaran didepan kantor Polrestabes Surabaya.
Sementara ini terhitung ada 19 bendera yang sudah berkumpul untuk membebaskan Musfiq koordinator Jaka Jatim dan 6 temannya yang ditahan di Polrestabes Surabaya.
Seruan tersebut dalam flayer yang menyebar bertuliskan ‘ Sang Pahlawan Pembebasan, Madura dari penyekatan Covid-19.





