SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

GRMA Propinsi Aceh Nyatakan Tolak Pemilu 2024 Secara Tertutup.

BANDA ACEH-CYBERJATIM.ID. Ketua GRMA [Generasi Rakyat Muda Aceh] Propinsi Aceh, Safrial melalui sekjen Suliadi mengatakan pilih partai bukan caleg [sistem proporsional tertutup] adalah gerbong broker koruptor.

Alasan ini tidak bisa dibiarkan, sebab hal seperti ini akan menambah potensi koruptor dalam pemilihan Anggota Legeslatif, dan akan menciptakan suasana Legeslatif menjadi transaksional katanya.

Jelas Suliadi Generasi Rakyat Muda Aceh [GRMA] secara tegas menolak adanya sistem proporsional tertutup, karena pemilihan anggota Legislatif seperti ini sama dengan memilih barang dalam karung yang kita tidak tau apa isi di dalam karung tersebut imbuhnya.

BACA JUGA :  Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim Terima Izin Pendirian Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)

Kita tidak tahu karakter serta tujuannya menjadi Anggota Legislatif, dan akan sangat memungkinkan yang punya uang akan membeli Kursi Parlemen melalui partai dan ini sangat kacau ucapnya.

Sejenak kita membayangkan bila Pemilihan Anggota Legislatif seperti itu [proporsional tertutup], kita ngak akan tahu siapa saja yang akan jadi Anggota Legislatif, siapa yang memimpin Parlemen atau Ketua DPR dan tidak tahu apakah Anggota Legislatif yang dihasilkan melalui sistem proporsional tertutup ini berkualitas atau tidak beber Suliadi.

Bisa jadi hanya karena dekat dengan Pimpinan Partai dan punya uang mereka dengan mudah bisa menjadi Anggota Legislatif, kan potensi KKN nya lebih tinggi, jadi sistem proporsional tertutup ini sangat banyak cacatnya.

BACA JUGA :  Sepekan Ini, Polisi Berhasil Ringkus Enam Pencuri di Kota Ambon

Proporsional tertutup tentu juga memiliki nilai positif, dan nilai positif ini banyak didapatkan oleh partai, bukan masyarakat dan begitu juga sebaliknya banyak nilai negatif tentu nilai negatif nya ini berimbas kepada masyarakat.

Kita bisa dengan mudah membayangkan bila seorang anak buah partai atau donatur dan kolega masuk ke kursi parlemen berkat prolehan suara dari partai akan dengan mudah meremote Anggota Legislatif sesuai dengan keinginan Pimpinan Partai dan kalo melenceng atau membelot bisa dengan mudah di PAW.

BACA JUGA :  Dukung Percepatan Pembangunan, Babinsa Terjun Bantu Koperasi Desa Merah Putih

Kami mengajak seluruh masyarakat yang peduli terhadap Bangsa ini agar menolak pemilihan Anggota Legislatif sistem proporsional tertutup, ini sistem sangat berbahaya bila diterapkan karena peraturan dihasilkan oleh Legeslatif dan tentu bila begini peraturan atau undang-undang yang dibuat akan tidak memihak pada masyarakat.

Dan yang kena imbas nya juga masyarakat, mari semua seluruh masyarakat untuk menolak pemilihan Anggota Legislatif dengan sistem proporsional tertutup sambung Suliadi dengan kalimat “Hidup Rakyat Indonesia”!.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *