SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Breaking News : KPK Periksa Ketua Pokmas di Polres Pamekasan

Ali Fikri Jubir KPK / Istimewa

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Sebanyak 21 Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) diperiksa KPK untuk dimintai keterangannya dalam kasus dugaan suap pengelolaan dana hibah DPRD Jawa Timur.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, para ketua pokmas itu diperiksa hari ini Selasa (14/3/2022) di Polres Pamekasan.

“Pemeriksaan dilakukan di Polres Pamekasan Jawa Timur,” sebut Ali.

Ali mengatakan, pemeriksaan para saksi tersebut untuk tersangka Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua P. Simandjuntak.

Mereka yang diperiksa di antaranya:

1. Ishaq Maulana Yazid (Ketua Pokmas Gunung Puncak),
2. Ach Sodiq As-samuji (Ketua Pokmas Istikomah),
3. Supaedeh (Ketua Pokmas Jemerut),
4. Sa’i (Ketua Pokmas Mandala Jaya),
5. Nafsih (Ketua Pokmas Salam Sejahtera),
6. Jima’ina (Ketua Pokmas Raja Pati),
7. Asnari (Ketua Pokmas Buah Kelapa),
8. Mohammad Hadir (Ketua Pokmas Anugrah), dan
9. Chalifur Rohman (Ketua Pokmas Mekar).
10. Hambali (Ketua Pokmas Harapan Indah),
11. Moh. Nuruddin (Ketua Pokmas Sekar Bunga),
12. Sudahri (Ketua Pokmas Satu Hati),
13. Kaprawi Yadi (Ketua Pokmas Kian Santang),
14. Sulaya (Ketua Pokmas Mayang Sari),
15. Kardi (Ketua Pokmas Melayu),
16. Sulam (Ketua Pokmas Pandawa), dan
17. Khotijah (Ketua Pokmas Sumber Air)
18. Sarkawi (Ketua Pokmas Sumber Bur)
19. Ach Sayadi (Ketua Pokmas Harum),
20. M. Zahri (Ketua Pokmas Ramayana)
21. M Sadiri (Ketua Pokmas Pucuk).

BACA JUGA :  Unit Donor Darah Harus Jadi Wajah PMI NTT

Sebelumnya, pada Kamis 2 Februari 2023, KPK juga telah memeriksa 36 Pokmas dalam kasus ini. Saksi yang diperiksa adalah:

– Hendi (Ketua Pokmas Anggrek Satu),
– Musawi (Ketua Pokmas Muhaddidah),
– Mohdori (Ketua Pokmas Melkok Jaya),
– Ruba’i (Ketua Pokmas Cahaya Berlian),
– Moh. Suhud (Ketua Pokmas Syariah),
– Mat Desir (Ketua Pokmas Al Fatir),
– Maisatul Hasanah (Ketua Pokmas Putri Jaya),
– Moh Subairi (Ketua Pokmas Saur Sepuh),
– Ruspandi (Ketua Pokmas Long Molong),
– Sa’diyah (Ketua Pokmas Haura Indah), dan
– Futirah (Ketua Pokmas Asoka Lima).
– Supriyadi (Ketua Pokmas Madu Sari),
– Achmad/P. Holilah (Ketua Pokmas Sinar Purnama),
– Fawaib (Ketua Pokmas Mawar Melati),
– Puadi (Ketua Pokmas Assirotul),
– Sohib (Ketua Pokmas Subadra Jaya),
– Abd. Rohman (Ketua Pokmas Al Badadi), dan
– Abd. Halim (Ketua Pokmas Rondong).

BACA JUGA :  Kembangkan Kuliah Digital, STIKOSA – AWS MoU Virtual Online Dengan 2 PT dan AKADASIA Singapura

Saksi lainnya adalah:

– Faizah (Ketua Pokmas Assahid),
– Syukri (Ketua Pokmas Al Ahir),
– Moh. Hori (Ketua Pokmas Ayu Putri),
– Marsadah (Ketua Pokmas Lidah Buaya),
– Rosidi (Ketua Pokmas Derai Cemara),
– Suhaedi (Ketua Pokmas Gibang Permai),
– Taufiq Hafid (Ketua Pokmas Jhumenneng),
– Moh. Ihsanuddin (Ketua Pokmas Makmur Jaya),
– M. Rusdi (Ketua Pokmas Sare Taman),
– Moh. Ilyasak (Ketua Pokmas Campor Bhabur),
– M. Kodhim (Ketua Pokmas Kendedes),
– Tajul Arifin (Ketua Pokmas Komantan),
– Siti Lailatul Fadilah (Ketua Pokmas Molang Areh),
– Zainal Abidin (Ketua Pokmas Pelok Temor),
– Moh.Mohyi (Ketua Pokmas Seruni Damai),
– Tobari (Ketua Pokmas Trenah),
– Nurul Iman (Ketua Pokmas Senada Surya),
– Mohammad Muhaimin (Ketua Pokmas Jayasri).

BACA JUGA :  Digugat Cerai Istri, Kiai Sukkur Asal Pamekasan Ini Akan Ambil Alih Rumah Senilai 476 Juta

Seperti diketahui, KPK menetapkan empat tersangka, yakni Sahat Tua Simanjuntak, Rusdi (RS) selaku staf ahli sahat, Kepala Desa Jelgung Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang sekaligus selaku koordinator kelompok masyarakat (pokmas) Abdul Hamid (AH) dan koordinator lapangan pokmas Ilham Wahyudi (IW).

Dalam kasus ini, Sahat Tua P. Simanjuntak diduga menerima ijon mencapai Rp5 miliar. Uang tersebut diberikan sebagai imbalan kepada Sahat yang membantu dan memperlancar pengusulan pemberian dana hibah.

Sahat yang menjabat anggota DPRD sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024 menawarkan diri untuk membantu dan memperlancar pengusulan pemberian dana hibah tersebut dengan adanya kesepakatan pemberian sejumlah uang sebagai uang muka (ijon).

Diduga dari pengurusan alokasi dana hibah untuk Pokmas, Tersangka Sahat telah menerima uang sekitar Rp5 miliar. Tim Penyidik juga masih akan terus melakukan penelusuran dan pengembangan terkait jumlah uang dan penggunaannya yang diterima Sahat. (cliks)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *