SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Badan Eksekutif Mahasiswa UNIRA Segel Ruangan Bupati Pamekasan, Hingga Kibarkan Bendera One Piece

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura (UNIRA) menggelar aksi demo ke Kantor Bupati Pamekasan. Kamis (14/8/2025)

 

Selain, membawa bendera One Piece “Jolly Roger”, puluhan mahasiswa juga melakukan penyegelan terhadap ruangan Bupati Pamekasan. Bahkan peserta aksi berhasil menerobos masuk dan terlepas dari barisan pengamanan.

 

Koordinator aksi, Presiden mahasiswa UNIRA, Izet Alfian Fatahillah mengatakan bahwa bendera One Piece itu merupakan simbol kekecewaannya terhadap Bupati Pamekasan.

 

“Kami kibarkan bendera One Piece di demo ke Bupati Pamekasan adalah sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah daerah,” kata Izet Alfian Fatahillah.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0826-03 Proppo Ajak Petani Tingkatkan Produktivitas Pertanian

 

Izet mengungkapkan bahwa pada momentum Kemerdekaan RI ke-80, mahasiswa tidak menemukan keadilan dari kebijakan yang diambil Bupati Pamekasan Kholilurrahman.

 

“Bendera One Piece ini sebagai bentuk perlawanan kami terhadap ketidakadilan yang dipimpin Bupati Pamekasan,” ucapnya.

 

Dalam demo tersebut, Izet mendesak Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman untuk melakukan pembenahan, mulai dari pelayanan di RSUD Pamekasan yang menyebabkan banyak korban pasien Hemodialisis (HD) hingga penertiban tambang Ilegal yang menyebabkan banjir.

BACA JUGA :  Wakil Gubernur Josef Nae Soi Hadiri Rapat Koordinasi Bidang Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT

 

Tidak hanya itu, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu meminta komitmen Bupati Pamekasan untuk mereformasi birokrasi yang berdampak pada Defisit anggaran tahun 2024.

 

“Kami akan melakukan aksi kembali jumlah massa lebih banyak mengingat Bupati tidak mau bertanda tangan tuntutan kami,” tegas pria kelahiran Sampang tersebut.

 

Dalam aksi yang ditemui langsung, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan perbaikan, selebihnya hal tersebut membutuhkan proses dan tahapan.

BACA JUGA :  Telah Diduga Dana BPNT Digelapkan Oleh Mantan Kades Sekaligus Pemilik e-Warung di Dairi, Begini Respon Bank Mandiri

 

“Soal pelayanan pasien HD, kami sudah lakukan pelayanan maksimal tiga shift sampai pukul 01.00 dini hari. Selebihnya, alat kesehatan diistirahatkan karena jika dipaksakan bisa rusak,” tegasnya.

 

Selain itu, dia mengaku sudah menggandeng pihak terkait untuk menambah alat cuci darah. Sedangkan untuk tambang Ilegal akan segera dibahas dengan OPD terkait.

 

“Kami targetkan nanti pelayanan bisa 4 shift. Sementara kalau soal tambang saya sudah koordinasi dengan OPD terkait untuk menyelesaikan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *