SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Tak Hanya PKL ! Pengusaha Handphone, Sepeda Listrik dan Billiard Juga Memanfaatkan Trotoar.

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Tidak hanya Pedagang Kaki Lima (PKL) Arek Lancor yang menggunakan fasilitas trotoar dan merusak keindahan kota di Pamekasan. Minggu (12/1/25)

Toko handphone, penjual sepeda listrik dan juga tempat Billiard dan cafe yang dengan enaknya membentangkan kursinya dan tempat promosinya di tempat pejalan kaki.

Jadi tak ayal, jika Pedagang Kaki Lima (PKL) menyuarakan ketidak adilan. Lantaran selain keindahan tata kelola kota, Satpol PP juga menyinggung masalah trotoar dengan fungsinya untuk pejalan kaki.

BACA JUGA :  Kapolres Aceh Selatan Nova Suryandaru Beri Semangat Kepada Peserta Pawai Karnaval.

Sepanjang jalan Jokotole, Trunojoyo dan Jalan Kabupaten kini mulai terlihat kumuh, bahkan seringkali terjadi kemacetan yang diakibatkan banyaknya pedagang buah yang berbaris memakan bahu jalan.

Hal tersebut, juga mendapatkan sorotan oleh aktifis Pamekasan.

Faisol, mengatakan bahwa demi keadilan Satpol PP harus bertindak tegas terhadap siapapun yang dengan seenaknya menggunakan fasilitas pejalan kaki untuk berjualan.

BACA JUGA :  Kodim 0107/Asel Gelar Apel Gabungan Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam Terintegrasi Tahun 2023

” Jangan hanya di Arek Lancor yang dijadikan bulan – bulanan, disepanjangan jalan protokol pengusaha – pengusaha juga menyalahgunakan trotoar untuk kepentingan pribadinya dan ini juga harus ditindak, biar ada rasa keadilan dalam menegakkan peraturan daerah (Perda) “. Tegasnya

Selain itu, Faisol menambahkan bahwa bagaimana pemerintah harus menggiring semua PKL kepada tempat yang sudah dipersiapkan yakni Foodcolony.

BACA JUGA :  Proyek PUPR Pamekasan Srobot Lahan Warga, Amin Jabir : Tidak Ada Ganti Rugi

” Manfaatkan Food Colony, dengan anggaran ratusan hingga miliaran tempat tersebut seharusnya benar – benar di fungsikan, jangan biarkan terbengkalai, karena saya selaku masyarakat yang juga taat pajak merasa eman dengan anggaran yang digelontorkan untuk Food Colony tapi nyatanya tidak berfungsi “. Tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *