SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Presiden NGO Madura, Adukan Tindakan Oknum Penyelenggara Pemilu Ke Mapolres Pamekasan

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Terkait viralnya beberapa dugaan pemotongan terhadap biaya operasional Tempat Pemungutan Suara ( TPS ) di Kabupaten Pamekasan, Zaini Wer Wer melakukan pengaduan masyarakat ke Mapolres Pamekasan. Kamis ( 14/03/2024 )

 

Kedatangan Zaini Wer Wer malakukan pengaduan masyarakat pada tanggal 10 Maret 2024, yang ditujukan langsung kepada Kapolres Pamekasan.

 

Dalam pengaduan tersebut perihal dugaan banyaknya pemotongan anggaran TPS yang dilakukan oleh oknum penyelenggara dengan pemotongan yang bervariasi hampir disetiap TPS di Kabupaten Pamekasan.

 

Tidak hanya itu, kedatangan Ketua NGO Pamekasan juga ada rasa jengkel terkait alasan oknum penyelenggara yang mengaku diberikan kepada keamanan TNI, Polri dan LSM.

BACA JUGA :  Jelang Rapat Finalisasi Tim Perubahan UUPA, Spanduk Tolak Revisi UUPA Berkibar Depan Gedung DPRA.

 

Dalam keterangan pers rilisnya Zaini Wer Wer membenarkan perihal pengaduan tersebut, dan dilakukan lantaran merasa kasihan terhadap KPPS dan Anggota penyelenggara tingkat bawah yang dipermainkan.

 

” Iya betul, kami mendatangi Polres Pamekasan untuk melakukan pengaduan terkait biaya operasional tersebut “. Tegasnya

 

Selain itu Zaini yang juga mantan aktifis GMNI Pamekasan, membeberkan beberapa temuannya dan juga termasuk dari viralnya pemberitaan, seperti di Kecamatan Pakong, Proppo, Pasean, Palengaan, Larangan dan Tlanakan serta Pademawu. Bahkan hampir se Kabupaten Pamekasan.

BACA JUGA :  Tanggapi Kabar Perubahan Sistem Pemilu 2024 Menjadi Proporsional Tertutup, SBY: KPU dan Parpol Akan Alami Krisis

 

 

” Kami mendukung langkah-langkah Polres Pamekasan melakukan penyelidikan tanpa pandang bulu, siapapun yang terlibat sikat, ungkap wer wer ke pada awal media. Kamis ( 14/03/2024).

 

Wer Wer sapaan akrabnya, juga menyampaikan kejadian diatas juga bisa terjadi lantaran kurang maksimalnya KPU Pamekasan memberikam edukasi dan sosialisasi, bahkan pihaknya menilai KPU tidak bekerja secara maksimal sehingga terjadi tindakam pemotongan anggaran operasional TPS dibeberapa TPS se Kabupaten Pamekasan.

BACA JUGA :  Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan Anggota, Polres Pamekasan Gelar Binrohtal 

 

 

“Bisa saja karena bimteknya dan sosialisasinya kurang matang dan maksimal atau karena ini kami duga ada kesepakatan jahat sehingga sampai terjadi hal yang merugikan negara dan banyak pihak yang dirugikan, saya merasa hal ini terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif”. Terangnya

 

Untuk itu kami mengajak kepada semua LSM dan semua unsur elemen untuk ambil bagian memberikan dukungan kepada pihak yang berwajib agar menuntaskan kasus pemotongan biaya TPS tersebut karena meresahkan serta merugikan uang negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *