SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Tingkatkan Kualitas Lingkungan, Mahasiswa UIN Madura Jadi Pelopor Pembuatan Lubang Biopori di Palesanggar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melaksanakan program kerja utama berupa pembuatan lubang biopori di rumah-rumah warga Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, pada Sabtu (2/8/2025).

 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain berfungsi sebagai media resapan air, lubang biopori juga dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos.

 

Kompos tersebut dapat digunakan sebagai pupuk alami sehingga dapat menghemat pengeluaran petani untuk membeli pupuk kimia dan mendukung kemandirian dalam mengelola limbah rumah tangga.

BACA JUGA :  Persaingan Tiga Kandidat : Dari Birokrasi, Politisi Hingga Figur Baru, Siapakah Bupati Pamekasan Terpilih ?

 

Koordinator Desa (Kordes) Posko 2, Mohammad Kholil, menjelaskan bahwa program ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi desa yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani.

 

Program ini dinilai memiliki manfaat jangka panjang dan berpotensi untuk terus dilanjutkan secara mandiri oleh warga.

 

“Kami melihat potensi di Desa Palesanggar, terutama karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Biopori ini bisa menjadi solusi lingkungan sekaligus cara untuk menghasilkan kompos alami secara mandiri,” ujar Kholil.

BACA JUGA :  Kapolres Pamekasan Serahkan Buku Pedoman Kontijensi Klaster Covid-19 pada Polsek Jajaran

 

Sementara itu, Alifah selaku sekretaris kelompok KKN menambahkan bahwa program ini tidak berhenti pada tahap pembuatan lubang biopori saja, tetapi akan dilanjutkan dengan edukasi kepada masyarakat.

 

“Kami juga berencana mengadakan sosialisasi lanjutan agar warga memahami cara merawat lubang biopori dan memanfaatkannya secara maksimal sebagai media pengolahan sampah organik menjadi pupuk yang dapat menggantikan pupuk anorganik,” jelasnya.

 

Program ini mendapat sambutan positif dari warga. Salah satu warga, Bapak Ahmad, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan program tersebut.

BACA JUGA :  Sasar Tempat Wisata, Polsek Pademawu Beri Himbauan dan Bagikan Masker Gratis pada Pengunjung Pantai Jumiang

 

“Saya senang dengan adanya program ini, karena dulu sampah dapur sering bingung mau dibuang ke mana. Sekarang bisa dimasukkan ke lubang biopori dan malah bisa jadi pupuk untuk tanaman saya. Jadi, bisa lebih hemat biaya pupuk,” tuturnya.

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat pengelolaan limbah rumah tangga agar lebih berguna secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *