SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Tanam Jahe hingga Kunyit, KKN UA Posko 01 Edukasi Santri Putri An-Najah 1 tentang TOGA

SUMENEP, CYBERJATIM.ID — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 01 bersama santri putri Pondok Pesantren An-Najah 1 melaksanakan kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada Sabtu sore (12/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan kosong sekaligus mengedukasi santri mengenai pentingnya kemandirian kesehatan berbasis herbal.

Program yang berlangsung di area pekarangan pesantren tersebut melibatkan seluruh santri putri. Berbagai jenis bibit tanaman obat ditanam, antara lain jahe, kunyit, temulawak, serai, dan pandan. Sebelum proses penanaman dimulai, tim KKN UA Posko 01 memberikan pendampingan singkat mengenai tata cara penanaman yang baik serta pemanfaatan masing-masing jenis TOGA untuk pengobatan mandiri harian.

BACA JUGA :  Pengawas Kemana ?, Komisi II DPRD Pamekasan Temukan Pengambilan Sampel 1,7 Kg di Gudang Perwakilan PT. Djarum 

Qiswatul Hasanah, selaku koordinator KKN UA Posko 01 menyampaikan bahwa penanaman pada sore hari dipilih agar tanaman mendapatkan peresapan air yang maksimal setelah disiram dan tidak layu akibat terik matahari.

BACA JUGA :  Buang-buang Anggaran Saja! Penampakan Stadion Rp33 M di Siosar yang Tak Bisa Dipakai

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para santri putri tidak hanya dapat merawat tanaman ini secara berkelanjutan, tetapi juga mampu mengolahnya sebagai alternatif pertolongan pertama saat mengalami gangguan kesehatan ringan di lingkungan pesantren,” ujar Qiswatul Hasanah.

BACA JUGA :  Anies Pimpin Rapat Koalisi Perubahan Sekertariat Untuk Persatuan.

Pihak pengasuh dan pengurus santri putri Pondok Pesantren An-Najah 1 menyambut positif inisiatif ini. Hasil penanaman TOGA diharapkan mampu menciptakan lingkungan pesantren yang lebih asri, hijau, serta mandiri secara medis berbasis bahan alami.

Kegiatan ini ditutup dengan penempatan TOGA diarea pesantren agar menjadi sarana hijau produktif yang siap mendukung kemandirian kesehatan para santri putri secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *