Tak Mufakat, Warga Akan Laporkan Kadis PUPR Pamekasan Buntut Dugaan Pengrusakan
PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Surat somasi pertama tidak diindahkan, Fahti Fauzi kembali layangkan surat somasi kedua, kepada kepala dinas PUPR Pamekasan, Amin Jabir. Senin (30/12/24)
Surat somasi melalui kuasa hukumnya dikirimkan, lantaran Fahti Fauzi merasa kecewa terhadap tindakan kepala dinas PUPR dan kontraktor irigasi yang mengakibatkan rusaknya pondasi milik Fahti Fauzi.
Warga Jln. Sersan Mesrul tersebut juga merasa kecewa lantaran kontruksi yang mengakibatkan rusaknya pondasi tersebut sebelumnya tidak ada pemberitahuan.
Melihat pondasi rusak karena alat berat, kemudian Fahti mendatangi kantor PUPR dengan membawa sertifikat tanah miliknya, namun ia kembali kecewa lantaran niat baiknya untuk menyelesaikan persoalan sia-sia, karena ia merasa tidak digubris oleh kepala Dinas PUPR.
Meski saat ini, galian irigasi yang hampir 50% selesai tersebut kembali ditutup atau diratakan dan dipindah kelokasi lain, warga tersebut tetap meminta pertanggung jawaban kepada pihak PUPR karena sudah merusak pondasi rumahnya.
” Jika tetap tidak ada i’tikad baik setelah saya layangkan somasi kedua, terpaksa saya dan kuasa hukum saya akan melaporkan ke pihak kepolisian terkait pengrusakan tersebut “. Tegas Fahti Fauzi dengan nada sedikit emosi.
Sementara, Amin Jabir kepala Dinas PUPR Pamekasan membenarkan kalau ada somasi yang dilayangkan oleh pihak Fahti Fauzi.
” Atas somasi I, saya langsung menghubungi pengacara dan kami disarankan untuk bersama kontraktor menghubungi saudara FAHTI, beliau sarankan agar segera di selesaikan secara kekeluargaan, namun saudara FAHTI menyatakan akan membicarakan dengan pengacaranya, di luar harapan kami ternyata muncul somasi II, kami coba akan komunikasikan kembali besok “. Jawab Amin Jabir
Ditanya terkait ganti rugi, Jabir nyatakan siap untuk mengembalikan kontruksi dan melakukan perbaikan dengan saling mengawasi.
” Dalam pelaksanaan penggalian saluran dengan exavator ternyata sisi utara kena ujung pondasi dan sloff, singkat cerita saudara FAHTI dan teman nya saudara RIZAL datang kekantor melaporkan kejadian dimaksud, kemudian saya perintahkan di hentikan pekerjaan dimaksud dan segera lakukan perbaikan pengembalian konstruksi, singkat cerita belum ada permufakatan, prinsip kami siap mengembalikan konstruksi dimaksud, dengan pengawasan penuh dari kami dan saudara FAHTI untuk memastikan kualitas bahan dan konstruksi tidak salah, dan ini sudah kami sampaikan “. Imbuhnya





