Berita  

Rokok Lokal Ori Atau KW !, Luthfi : Anda Harus Tahu

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Menyikapi persoalan maraknya komentar sekaligus aksi terkait rokok ilegal, mantan aktivis angkat bicara.

 

Diketahui akhir – akhir ini banyak sekali organisasi menyoroti persoalan rokok ilegal bahkan sampai menyudutkan beberapa perusahaan lokal yang mana sudah banyak berkontribusi terhadap perputaran roda ekonomi Pamekasan.

 

Maraknya perusahaan lokal semestinya disyukuri oleh masyarakat Pamekasan karena dengan demikian banyak pengangguran mendapatkan kerja dengan mudah dan mengurangi angka kejahatan.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Pamekasan " Gratiskan " Minyak Goreng, Fathor : Walau Hanya 1 Liter

 

Ratusan bahkan ribuan masyarakat di Kabupaten Pamekasan saat ini bergantung pada perusahaan lokal yang ada di Kabupaten Pamekasan, bahkan gaji yang mereka dapatkan lebih besar dari perusahaan – perusahaan yang bersumber dari luar daerah Pamekasan.

 

Luthfiadi mantan aktivis Pamekasan sekaligus CEO Cyberjatim.id sangat menyayangkan dengan langkah teman – teman aktivis, yang mana seharusnya memberikan solusi serta ikut berpartisipasi dalam memajukan perusahaan lokal yang berdiri di Kabupaten Pamekasan.

BACA JUGA :  PHP Relokasi PKL Pamekasan Tidak Jelas, Jhoni : Pavingnya Sudah Mulai Rusak

 

” Berdirinya perusaan rokok lokal di Pamekasan banyak menciptakan lapangan pekerjaan, apa salahnya ? seharunya teman – teman memberi solusi yang baik, duduk bersama pengusaha dan dukung mereka, karena hadirnya pengusah lokal perekonomian di Pamekasan meningkat “. Tegasnya

 

Berbicara masalah rokok ilegal banyak di Pamekasan, namun yang perlu diketahui di Pamekasan banyak yang menjiplak rokok – rokok yang sudah resmi dan itu yang merusak pada perusahaan lokal yang ada di Pamekasan.

BACA JUGA :  AMP Menggugat, Capaian Vaksin Jadi Alasan, Pilkades Pamekasan Ditunda

 

” Cek dulu itu yang Original ( keluar dari perusahaan tersebut ) atau yang KW, Karena banyak sekali oknum – oknum yang tahunya hanya ingin mengambil keuntungan besar dari rokok yang sudah resmi dan sudah banyak pangsa pasarnya, harus tahu itu.”. Tutup Luthfi yang juga mantan aktivis PMII

Red