SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

PPS Sekaligus SEKDES Diduga Dalang Dibalik Penyelundupan Pupuk 18 Ton di Sumenep

SUMENEP, CYBERJATIM.ID,- Pasca terjadinya penangkapan penyelundupan pupuk sebanyak 18 Ton oleh Polres Sumenep, kini muncul isu yang diduga otak dari kasus tersebut salah satunya Penyelenggara Pemilu PPS yang sekaligus menjabat Sekretaris Desa.

Hingga kini Polres Sumenep masih mendalami siapa dibalik bandar besar terjadinya kasus kriminal penyelundupan pupuk yang tertangkap tangan di jalan raya Sumenep – Pamekasan.

Merebaknya isu yang menyeret salah satu oknum diduga PPS, Rafiqi Tanzil selaku Divisi SDM dan Parmas KPU Sumenep masih melakukan penelusuran terkait kebenaran informasi tersebut baik melalui PPK dan PPS serta masih menunggu tindak lanjut dari Kepolisian.

BACA JUGA :  Habiskan Anggaran Rp30 Miliar, Jelang Idulfitri 1444 H Terminal Megah di Siantar Sepi

” Msh blm tau pasti biar nunggu polisi bekerka dulu “. Tegas Tanzil

Pihaknya menambahkan jika hal itu benar, KPU akan mengambil langkah sesuai aturan yang ada dalam penyelenggara.

BACA JUGA :  Kanit Tipidkor Polda Jatim ke Pamekasan, Netizen Tekan Reskrim Pamekasan Periksa Kepala Desa

” Ya klo memang itu benar penyelenggara dan polisi menangkap misalnya, pasti kpu akan mengambil langkah sesuai aturan yang ada dalam penyelenggara. Tapi tunggu saja dulu kerja polisi “. Ujarnya, Minggu ( 19/03/23 )

Identitas berinisial W diduga menjadi otak dalam penyelundupan pupuk bersubsidi masuk dalam daftar pencarian orang ( DPO ) Polres Sumenep.

BACA JUGA :  Bupati Bursel Lantik 9 Penjabat Kades di Kecamatan Kepala Madan, Ini Nama-Namanya

Dari hasil penelusuran berbagai media, Inisial W diketahui berasal disalah satu desa di kecamatan Bluto, bahkan menurut informasi selain PPS, ( W ) juga merupakan pengusaha dan menjabat sebagai Sekretaris Desa ( Sekdes )

Sementara Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa DPO W merupakan warga salah satu desa di Kecamatan Bluto.

” Tsk W dpo, pengusaha ” tulisnya singkat, via WhatsApp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *