Posisi Strategis di Pemerintahan Cianjur Kenapa Kosong???
Cianjur, CYBERJATIM.ID, – DPD Lsm Garda Patriot menyoroti Empat kursi jabatan strategis setingkat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.
Pasalnya, Empat kursi OPD yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Disdikpora, BAPENDA dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia(BKPSDM), saat ini masih diisi oleh pejabat berstatus PLT atau pelaksana tugas.
“Jika ini terus dikosongkan dan diisi oleh PLT akan berpengaruh kepada hal yang bersifat kepentingan umum,”ujar Ketua DPD Lsm Garda Patriot Kabupaten Cianjur, Regi Muharam
Regi mengatakan bahwa PLT tidak bisa melakukan kebijakan seperti kepala dinas definitif, karena untuk masa perpanjangan hanya bisa tiga bulan sebagaimana tertuang dalam peraturan kementerian dalam negeri (Kamendagri).
“Kita menyayangkan fenomena ini padahal di kabupaten cianjur tidak kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang mampu dan bisa menempati posisi strategis tersebut,” bebernya.
Sementara, lanjut Regi, fakta bahwa di Kabupaten Cianjur ini, jabatan pelaksana tugas atau PLT ada yang melewati batas ketentuan peraturan Kamendagri. Contoh, seperti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) ini sudah sangat terlalu lama diisi oleh PLT begitu juga dengan dirut RSUD, informasi sudah satu tahun dijabat PLT.
Kemudian untuk BAPENDA dan BPKAD, kita berharap kepada bupati untuk segera mengambil langkah terbaik, dan melantik kepala OPD definitif agar tidak terjadi potensi mengundang permasalahan, mengingat posisi tersebut sangat erat berkaitan dengan keuangan.
Regi menghawatirkan penomena kosongnya posisi 4 kepala OPD ini bisa dimanfaatkan oleh oknum untuk kepentingan pribadi atau kelompok mengingat sebentar lagi akan masuk tahun politik
“Kalau tidak ada kepala OPD definitif ini akan berpengaruh terhadap pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) begitu juga dengan pendistribusian anggaran DAK, DAU, ADD dan DD karena posisi Kepala (DKAD) kosong akan terhambat,” katanya.
Yudi Akbar





