Pihak Kampus Methodist Membantah Mengenai Mahasiswanya Terlibat Dalam Peredaran 135 Kg Ganja Ditangkap di Kampus
Kota Medan Sumatera Utara, CYBERJATIM.ID – Universitas Methodist buka suara soal mengenai soal penangkapan Dodi (23) seorang mahasiswa yang terlibat peredaran 135 kg ganja.
Pihak Methodist menyebutkan Dodi ditangkap di luar kampus.
“Setelah kami teliti ke kampus sana, memeriksa (dengan) memanggil satpam.
Bahwasanya penangkapan peredaran narkoba itu berada di luar kampus kita,” ujar Rektor Universitas Methodist Indonesia, Dr Humuntal Rumapea, M.Kom di Medan, Selasa (6/6/2023).
Humuntal menjelaskan mahasiswa itu ditangkap polisi di dekat Dinas Pertambangan yang lokasinya tidak jauh dari kampus.
“Jadi, dekat dari kampus. Tapi sebenarnya ada yang lebih dekat lagi Dinas Pertambangan, ada lagi Rumah Sakit Murni Teguh, di antara situ ada jembatan, di situlah penangkapannya,” kata dia yang didampingi Rony Simamora, M.Cs Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan.
Rektor mengatakan pihak kampus rutin melakukan pengawasan terhadap mahasiswa nya.
“Kami itu di kampus selalu memperhatikan supaya peredaran narkoba itu tidak terjadi.
Jadi kita secara sistematis terus melakukan suatu pengawasan,” tutur dia.
“Kalau untuk itu sebenarnya mereka harus datang ke kampus, kalo ada foto KTP nya atau apa, baru bisa kami cek ke sistem kami. Kita pun harus jujur, kalau memang mahasiswa kita ya mahasiswa kita.
Namanya mahasiswa ini kalau sudah di luar kampus kan tidak bisa kendalikan, nggak bisa kami mengawasi,” ucapnya mengakhiri.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi menjelaskan selain Dodi, ada dua pelaku lain yakni berinisial P (25) dan SH (16) yang ikut ditangkap.
“Tiga orang diamankan dari dua tempat berbeda dan barang bukti 135 kilogram ganja,” Hadi Senin (5/6/2023).
Hadi mengatakan ketiga pelaku tersebut telah diamankan di tempat yang berbeda pada Rabu (31/5). P dan SH ditangkap saat menuju Kota Medan dari Provinsi Aceh, tepatnya di Kabupaten Langkat. Sementara, DA diamankan di lingkungan kampus di Kota Medan.
“Para pelaku tersebut ditangkap di dua tempat yang berbeda, yaitu di Stabat Langkat dan di Medan Selayang tepatnya dalam lingkungan kampus Fakultas Pertanian Universitas Methodist,” jelasnya.
PEWARTA;ROBIN SILALAHI





