SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Penasehat Hukum Eduardus Nahak Bria, S. H. M. H., Demi Nasib Rakyat NTT Menolak Sistem Propesional Tertutup

Malaka, CYBERJATIM.ID – Malaka, Penasehat hukum Eduardus Nahak Bria, S. H. M. H., demi nasib masyarakat provinsi Nusa Tenggara Timor dan seluruh masyarakat NKRI menolak sistem propesional tertutup dengan menyatakan sikap kepada Bpk presiden joko widodo.

Menurut keterangan yang di peroleh dari media ini bahwa Edu menangkapi polemik yang sedang terjadi di NKRI. Maka sebelumnya saya mengatakan demikian. Kenapa harus ada presiden itu karena ada rakyat, lalu kepada siapa rakyat memintanya pasti kepada Presiden.

BACA JUGA :  BPBD Cianjur Salurkan Bantuan Terpal Bagi Warga Terdampak Yang Masih Di Tenda

Oleh karena itu edu memohon dengan segala kerendahan hati atas nama masyarakat Nusa Tenggara Timor terlebih khusus masyarakat kabupaten Malaka melalui Bapak presiden Joko Widodo, selaku kepala negara untuk menolak sistem proposional tertutup. Kenapa? Karena itu merupakan kepentingan oknum politisi dalam kelompok tertentu dengan menggunakan dalil-dalil yang logis dan beralasan yang maksud akal untuk bagaimana caranya sehingga mereka bisa mencapai kepentingan yang targetnya. Tuturnya

BACA JUGA :  Pemkab Aceh Selatan Bagikan Bendera Merah Putih.

Kembali Eduardus menegaskan lagi menolak sistem proporsional tertutup karena itu bertentangan dengan pancasila sila ke empat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam bermusyawarah rakyat,dan bertentangan dengan pasal 2 ayat 1 uud RI 1945, kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh rakyat.

BACA JUGA :  KENAPA SEPERTI ITU ALASAN SEORANG GUBERNUR? Gubernur Sumatra Utara Hentikan Upacara Bendera Karena Sahabat Orang Tua dari Kampung Berkunjung

Menolak sistem proporsional tertutup karena dengan adanya demikian pemerintah masih mau memilihara kebiasaan KKN di NKRI yang kita cintai ini.

Edu memohon kepada Bapak presiden Joko Widodo agar menolak sistem propesional tertutup dalam pemilu yang kami nantikan bersama. Ujarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *