Merenung Sejenak 7 April Hari Jumat Agung Mengenang Kisah Sengsara Tuhan
ATAMBUA, CYBERJATIM.ID – Firman Tuhan, Sesungguhnya, hambaKu akan berhasil, ia akan ditinggikan, di sanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang tertegun melihat dia, rupanya begitu buruk..Tetapi sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggung nya dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya.. derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya dan oleh bilur bilurnya kita menjadi sembuh.. Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian
..Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas..Tuhan berfirman, hamba-Ku, sebagai orang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya..(Yes 52: 13-53:12)
Kedalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, Ya Tuhan Allah yang setia. (Mzm 31:6)
Sekarang kita mempunyai Imam Agung yang melintasi semua langit yaitu Yesus Kristus Anak Allah, baiklah kita berpegang pada pengakuan iman kita..marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahkta kasih karunia, supaya menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya.. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi TAAT dari apa yang sudah dideritaNya.. Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang TAAT kepadaNya. (Ibr 4:14-16;5:7-9)
KISAH SENGSARA Yesus.
Yohanes 18:1-19:42
Apa yang di firmankan Tuhan lewat nabi Yesaya, Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil! Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan! Ia ditikam karena kejahatan kita. Semua itu telah digenapi oleh Tuhan. Lewat KESENGSARAAN Yesus, Sang Imam Agung, yang taat sampai mati di kayu Salib, demi keselamatan semua orang.
Saudara/i ku, *perayaan Jumat Agung pusatnya adalah jalan salib yaitu kisah sengsara dan kematian Yesus diatas kayu salib.* _Semua ini Dia lakukan sebagai wujud tanda cinta kasih-Nya kepada dunia dan kita semua, supaya beroleh keselamatan sekarang sampai selama lamanya._
*Dan dengan jalan salib ini, Yesus menginginkan supaya kita semua memahami bahwa penderitaan dan kematian-Nya memang dibutuhkan untuk keselamatan hidup kita semua.*
Kepada kita sebagai para pengikut-Nya, Yesus berkata; *”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”* (Matius 16:24)
_*Inilah cara Yesus mengajar dan mengingatkan kita, penderitaan dan salib haruslah kita terima dan kita panggul sebagai bukti, bahwa kita adalah murid-Nya.* Murid yang harus saling mencintai satu sama lainnya bahkan sampai mengorbankan diri kita_.
*Inilah cara paling sempurna untuk mencintai, yang Yesus ajarkan kepada kita semua. Karena kita pun harus ikut bertanggung jawab terhadap hidup dan keselamatan orang lain juga*_.
Seperti dikatakan Paulus, tidak ada seorang pun yang hidup untuk dirinya sendiri. _*”Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.”* (Roma.”14:8)
_*MARILAH kita tetap setia dan taat memikul salib kehidupan sehari-hari*. Walaupun kita harus jatuh bangun menghadapi masalah dalam hidup sehari-hari, tetaplah bangkit dan semangat meneruskan perjalanan sampai akhir hidup_. Seperti dilakukan Yesus, *”Sekalipun Anak, Ia telah belajar menjadi taat, dan menjadi pokok keselamatan bagi semua orang yang taat kepada-Nya.”* (Ibrani 5:8)
_Ya Allah, dengan sengsara Yesus Kristus, Engkau telah membebaskan kami dari kematian akibat dari kesalahan dan dosa seluruh umat manusia. Perbaruilah kami dengan Roh-Mu, agar kami menjadi serupa dengan Dia. Pelihara lah dalam diri kami, agar kami yang telah ambil bagian dalam misteri ini, sehingga kami dapat hidup penuh bakti kepada-Mu._ Amin





