Mengenal Waduk Malahayu, Waduk di Brebes Yang Konon Dihuni Si Buntung
BREBES – cyberjatim.id,-Sejumlah waduk yang berada di Provinsi Jawa Tengah, nama Waduk Malahayu termasuk banyak dikenal. Lokasinya berada tidak jauh dari perbatasan dengan Provinsi tetangga Jawa Barat.
Nama Malahayu diambil dari Desa tempat keberadaan waduk serta bendungan utamanya, yaitu di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.
Sebenarnya, awalnya Waduk ini juga menggenangi Desa Cipajang dan Penanggapan. Namun, karena Pendangkalan, secara umum waduk ini hanya menggenangi wilayah Desa Malahayu saja.
Waduk Malahayu dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada Desember 1933 sampai Mei 1937. Kemudian, sekitar satu tahun setelahnya atau pada 19 Mei 1938, waduk ini diresmikan keberadaannya.
Waduk seluas kurang lebih 7 km² ini dibuat untuk menampung air dari Sungai Kebuyutan beserta anak-anak sungainya, seperti Sungai Cimandala, Sungai Pabogohan, dan Sungai Ciomas.
Untuk pemanfaatannya sendiri, Waduk Malahayu digunakan sebagai pengendali banjir serta sarana irigasi lahan pertanian di Banjarharjo, dan Kecamatan-Kecamatan sekitarnya.
Selain itu, panorama alam yang indah di sekitar Waduk Malahayu, menjadikannya pula sebagai objek wisata favorit bagi masyarakat Brebes dan sekitarnya.
Namun, dibalik keindahan Waduk Malahayu, ada pula mitos ‘jodoh langgeng’, yaitu mitos bagi pengantin yang mandi atau membasuh wajah, maka keduanya akan menjadi pengantin abadi sampai maut memisahkan.
Selain mitos tersebut, ada pula mitos lain tidak kalah seram. Masyarakat sekitar banyak yang percaya, jika Waduk Malahayu dihuni ular besar bernama Si Buntung.
Ada yang menyebut jika pada awalnya, ular siluman tersebut ditemukan oleh seorang petani di sawah. Ekor ular tersebut tidak sengaja tercangkul olehnya, sampai akhirnya terputus. Karena kasihan, petani itu membawa ular tersebut ke rumahnya untuk dirawat.
Lama-kelamaan, ular itu semakin bertambah besar hingga sang petani tidak sanggup menampungnya lagi. Akhirnya, oleh sang petani, ular tersebut dipindahkan ke Waduk Malahayu. Karena ekornya putus, maka ular tersebut dijuluki sebagai Si Buntung.
Walaupun merupakan ular besar, menurut masyarakat sekitar Si Buntung tidak mengganggu pengunjung. Malahan, sosok misterius itu konon malah pernah membantu pengunjung yang tenggelam.
sumber : Jendela jateng.


