SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Mengenal Kampung Tegal Harjo di Banyuwangi, Tanah Subur Penuh Keindahan dan Kenikmatan

BANYUWANGI, CYBERJATIM.ID,- Melihat dari kejauhan, desa terpencil yang terletak di Kota Banyuwangi, Jawa Timur yang kaya dengan keindahan alamnya.

Kampung Sidomakmur, Desa Tegal Harjo, Kecamatan Glanmore sebuah kampung yang mayoritas penduduknya bercocok tanam.

Mulai dari Durian, Semangka, Kopi, Manggis, Kelapa, Cabe dan lain sebagaimanya, tanah yang cocok untuk berbagai tanaman ini menjadi bancakan utama terciptanya perekonomian masyarakat setempat.

Jauh dari sudut kota, kampung dengan mata air yang terus mengalir dengan kemurniannya ini, harus melewati gunung gumitir, yang merupakan sebuah gunung perbatasan antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi.

BACA JUGA :  15 Wisata Terbaik di Kabupaten Sumenep, Cek dan Nikmati Keindahannya

Gunung Mrawan sebutannya menjadi penghubung terpendek antara Kabupaten Jember dan Banyuwangi, karena memiliki ketinggian yang paling rendah diantara gunung yang lain.

Melewati berbagai tanjakan dan turunan hingga rel kereta api ( Masa pemerintahan kolonial belanda ), akhirnya kita akan dikejutkan dengan desa sejuta pohon.

Suasananya yang sejuk, dingin serta rindang penuh dengan dedaunan kehijauan, mampu menghipnotis mata untuk betah tinggal di Kampung tersebut, meski untuk menuju lokasi harus berkelut dengan lumpur, karena jalannya belum sepenuhnya mulus.

BACA JUGA :  Teguh Darmawan Dan Geubrina Zikra Barizki Terpilih Duta Wisata Agam Inong Aceh Selatan 2023

Di Desa Tegal Harjo sendiri hanya memiliki 5 Dusun diantaranya, Dusun Darungan, Dusun Gunung Krikil, Dusun Krajan, Dusun Sidodadi dan Dusun Sidomakmur.

Salah satu warga menyebutkan bahwa kehidupan di Kampung Tegal Harjo mayoritas hidup dari perkebunan, ia menyebutkan bahwa tanah ditempat tersebut bisa dikategorikan tanah yang subur.

” Alhamdulillah air tidak kekurangan, dan disini banyak perkebunan sebagai tempat bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidup atau perekonomian masyarakat “. Tegasnya

BACA JUGA :  Hari Raya Idul Fitri, obyek wisata Cokar Kecamatan Mande, Mulai Dipenuhi Pengunjung

Selain itu ia menambahkan, bahwa ditempat ia tinggal juga banyak sekali nikmat yang diberikan tuhan, seperti pohon durian yang selama panin bisa menghasilkan jutaan rupiah.

” Disini duriannya besar, kayak durian montong, satu pohon biasanya isinya sampai 45 buah durian, bisa tiga sampai 4 kali panen. Ada juga yang membuat gula merah dari sari kelapa, nanti dijual kepasar “. Tambahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *