SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Kasus HIV Di Aceh Meningkat Warga Diminta Jauhi Pergaulan Bebas.

Aceh Selatan-Cyberjatim.id. Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mengungkapkan temuan mengejutkan dalam upaya penanganan HIV di Serambi Mekkah.

Selama periode Januari hingga Juni 2023, telah tercatat 123 kasus baru HIV dan kasus AIDS 36 kasus yang terdeteksi di provinsi ujung barat ini.

Dari data tersebut, Kota Banda Aceh menyumbang 49 kasus, menjadi yang tertinggi di Aceh.

Dinas Kesehatan Aceh, mengungkapkan bahwa tren ini menunjukkan dominasi kasus HIV dan AIDS di kalangan kaum pria.

“Orang Dengan HIV (ODHIV) paling banyak terpapar akibat praktik homoseksual, mencapai 72,4 persen, diikuti oleh waria dengan 32 persen. Penularan juga terjadi melalui pemakaian jarum suntik yang berulang di antara pengguna narkoba,” sumber Dinkes Aceh.

BACA JUGA :  Viral...!!! Corp Polisi Militer Diduga Amankan Puluhan Ball Rokok Ilegal di Desa Trasak Pamekasan

Dalam rincian data, terlihat bahwa Banda Aceh menjadi pusat perhatian dengan jumlah kasus ODHIV tertinggi, mencapai 49 kasus di Kota Banda Aceh.

Diikuti oleh Kota Langsa dengan 23 kasus, dan Kota Lhokseumawe dengan 9 kasus.
“Kasus HIV/AIDS ini paling banyak di Wilayah Kota dibanding Kabupaten, meskipun penduduk di perkotaan lebih sedikit,” jelasnya.

Pada tingkatan kabupaten, Aceh Tenggara dan Aceh Utara sama-sama mencatatkan 9 kasus. Meski demikian, penyebaran kasus ini juga melibatkan sejumlah wilayah lainnya, dengan penemuan kasus di berbagai daerah.

BACA JUGA :  BPJS Ketenagakerjaan Bersama Kejari Dan DPMG Aceh Selatan Gelar Sosialisasi Manfaat Program Jamsostek

Berdasarkan data yang dikumpulkan sejak tahun 2004 pasca tsunami hingga Juni 2023, tercatat bahwa kasus HIV/AIDS di Aceh telah mencapai angka mencengangkan, yaitu 2.094 kasus.

Dari jumlah tersebut, 1.321 penderita terinfeksi HIV, sedangkan 772 lainnya terdiagnosis menderita AIDS.

Dinas Kesehatan Aceh juga mengungkapkan bahwa tahun 2022 mencatatkan jumlah kasus HIV tertinggi dengan 210 kasus, sementara tahun 2018 merupakan puncak peningkatan kasus AIDS dengan 89 kasus, disusul oleh 155 kasus HIV.

“Situasi ini semakin mempertegas perlunya tindakan serius dalam mendukung penanganan HIV dan AIDS di Aceh,” ungkapnya.

Langkah-langkah preventif dan edukasi diharapkan dapat membantu memutus rantai penyebaran penyakit ini dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Menjelang Pileg Dan Pilpres "Mendagri Ajak Seluruh ASN Jaga Netralitas"

Sementara Di Aceh Selatan ada lima kasus yang sudah ditanggani oleh Dinas Kesehatan kata Kadis Fakhrijal, S.Kep, M.Kes melalui Kabid P2P Samsidar, APt. untuk warga binaan setiap tahun selalu kita lakukan skrining untuk mengantisipasi dan mencegah penularan HIV.

Setiap penemuan satu kasus kontak erat juga tetap dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah terjangkit atau tidak virus HIV.

Untuk logistik pemeriksaan tersedia di Dinas Kesehatan..penyuluhan dilakukan juga untuk siswa-siswa tingkat SMP, SMA sederajat tentang bahaya penyakit HiV pungkas Samsidar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *