SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Haji Uma Minta BI Berikan Perhatian Khusus pada Perbankan Syariah di Aceh

JAKARTA, CYBERJATIM.ID – H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma Anggota DPD RI asal Aceh meminta kepada Bank Indonesia agar memberikan perhatian penuh kepada Perbankan Syariah di Indonesia khususnya Aceh.

Hal tersebut disampaikan Haji Uma dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI dengan Deputi Senior Bank Indonesia di Ruang GBHN, Senayan, Sabtu (17/6/2023).

Khusus untuk Aceh setelah pemberlakuan Qanun Lembaga Keuangan Syariah, semua perbankan non syariah tidak lagi beroperasi, sehingga perbankan syariah menjadi ujung tombak dalam mendorong peningkatan ekonomi dan berbagai transaksi lainnya.

BACA JUGA :  Diduga Marak " CALO ", Harga Tiket Film KKN di Desa Penari Dijual Dua Kali Lipat di Bioskop Pamekasan
Dok: Cyberjatim.id

“BI harus memberikan perhatian khusus untuk perbankkan Syariah di Aceh, karena di Aceh hanya ada bank Syariah, termasuk jika sebelumnya dana pembiayaan ikut disalurkan oleh bank konvensional, maka sepeninggal bank konvensional untuk dana-dana pembiayaan tidak boleh berkurang,” ungkap Haji Uma.

Selain itu dalam rangka mewujudkan perekonomian nasional dari daerah, Senator Aceh H Sudirman kepada Bank Indonesia untuk membangun koordinasi dan sinergitas antara pusat dengan daerah agar lebih efektif dalam pelaksanaannya serta pengawasan di daerah.

BACA JUGA :  Polemik Trans 7, Cak Firman : Ngamplop Kyai itu Wujud Cinta Ulama dan Partisipasi Dakwah

”Untuk meningkatkan perekonomian maka sangat diperlukan porsi yang cukup untuk melakukan pengawasan ke daerah agar terwujudnya perekonomian nasional,” kata Haji Uma.

Haji Uma juga menyinggung soal masih lemahnya sistem perbankan di Indonesia yang baru-baru ini terjadinya troblenya sistem keamanan perbankan Syariah di Indonesia yaitu BSI.

“Ini bisa menjadi referensi kepada Bank Indonesia terhadap perbankan yang masih perlunya pengawasan yang maksimal terhadap sistem perbankan di indonesia, untuk mengembalikan rasa kepercayaan masyarakat terhadap perbankan di indonesia maka juga diperlukan pengawasan yang lebih efektif kedepan,” Ungkap Haji Uma.

BACA JUGA :  Astaga ! Seorang Ayah di Pamekasan, Berani Setubuhi Anak Tirinya Hingga Hamil 4 Bulan

Haji Uma juga menyampaikan bahwasanya Bank Syariah Indonesia (BSI) perlu pedampingan yang maksimal dari Bank Indonesia (BI).

“Demi terciptanya singkronisasi dan koordinasi antara Bank Indonesia (BI) dengan Bank Syariat Indonesia (BSI),” tutup Haji Uma.

Menanggapi hal itu Deputi Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti berjanji akan menindaklanjuti dan segera akan mengevaluasi ke lapangan nantinya supaya terjadinya singkronisasi yang lebih efektif dan efisien.(Rizki M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *