SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Farah Kecewa ! Penganiayaan Wartawan Oleh Eks. Kades di Sumenep, Isu Damai Mahar Rp150 Juta

SUMENEP, CYBERJATIM.ID, – Dear Jatim Korda Sumenep merasa sangat kecewa terkait adanya isu yang beredar di beberapa media yang menyatakan bahwa ada dugaan upaya damai dengan memberikan mahar sebesar Rp. 150 juta

 

“Kalau memang benar ada dugaan seperti itu, saya selaku aktivis tentu sangat kecewa karena sebagian dari kami juga ikut serta waktu melakukan aksi demontrasi”. Kata Ketua Dear Jatim Korda Sumenep melalui Kabid Advokasi Farah Adiba

BACA JUGA :  Pelantikan Ketua dan Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi NTT Periode 2022 - 2026

 

Sebelumnya para aktivis dan jurnalis di kabupaten Sumenep melakukan aksi demonstrasi kepada Polres Sumenep untuk menegakkan supremasi hukum dan untuk menangkap para pelaku penganiayaan terhadap 2 (dua) Jurnalis

 

“Tentu kami sangat kecewa kalau isu tersebut memang benar adanya, karena kedua korban sudah menciderai perjuangan aktivis dan jurnalis yang tetap melakukan aksi meskipun dalam melaksanakan ibadah puasa”. Jelasnya

BACA JUGA :  Kabar Baik, 600 Ribu Honor Tambahan Untuk 1.491 Guru Honorer di Pamekasan

 

Aktivis yang kerap disapa Farah itu juga mengatakan, sekali lagi saya tegaskan bahwa kami sangat kecewa dengan adanya isu ini yang pastinya sudah mencoreng nama baik Aktivis dan Jurnalis

 

“Bahkan isu tersebut juga menyatakan bahwa, dari garda terdepan yang melakukan aksi di Polres Sumenep tentunya yang di komandoi langsung oleh aktivis dan jurnalis di fitnah menerima uang sebesar Rp. 30 juta dari total keselurahan Rp. 150 juta, bisa di simpulkan kedua oknum Jurnalsi (korban) adalah domba berbulu serigala (kaum munafik)”. Jelasnya

BACA JUGA :  Masyarakat Jambo Keupok Dapat Bantuan Sembako Dari Mabes TNi.

 

Terakhir Farah menyampaikan, kasus ini sudah sangat mempermalukan profesi Jurnalis karena sudah jelas-jelas itu merupakan kekerasan yang dialami oleh insan pers.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *