Emak-Emak di Pamekasan Keluhkan Kualitas dan Volume Minyak Kita Buruk, Disperindag : Sudah Dilaporkan ke Provinsi
PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Belakangan ini ditangan kabinet merah putih kasus minyak goreng kemasan ‘Minyak Kita’ mulai terbongkar. Sabtu (15/03/2025)
Mulai dari maraknya persoalan kualitas, takaran hinggs harganya yang diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Tidak hanya terjadi satu daerah melainkan hal tersebut juga diduga terjadi di Kabupaten Pamekasan.
Warga Pamekasan, Mutiah (56) warga Kecamatan Kota mengungkapkan kekesalannya lantaran kualitas Minyak Kita yang ia beli buruk. Bahkan Minyak Kita yang ia beli di Pasar 17 Agustus tersebut volumenya tidak sampai 1000 ml atau 1 liter.
“Warnanya berubah menjadi agak merah. Padahal hanya digunakan satu kali goreng, selain itu isinya tidak sampai satu liter, melainkan 800 mililiter”. Tegas Mutia.
Atas kekecewaannya, Mutia merasa kecewa dan memilih pindah pada minyak goreng non subsidi meskipun harganya lebih mahal.
Tidak hanya terjadi pada Mutia, hal senada juga terjadi pada Syariatun (75), warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota. Ia merasa kapok terhadap kualitas minyak bersubsidi tersebut.
“Terpaksa menggunakan merek lain soalnya takut bahaya ke keluarga,” ungkapnya.
Menyikapi keluhan masyarakat, Komisi II Pamekasan berjanji akan melakukan sidak ke Pasar Tradisional yang ada diwilayahnya.
“Kami (Komisi II DPRD Pamekasan) akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek langsung di lapangan,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi. Kamis (13/3/2025).
Anggota dewan dapil V ini juga meminta agar Disperindag Pamekasan menindak supplier yang nakal dan memberikan sanksi seberat-beratnya.
“Tidak boleh main-main, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Siti Shalihah Yuliati Amin setelah ditanya terkait buruknya kualitas Minyak kita, termasuk pengurangan volume, pihaknya mengaku sudah melakukan sidak dan hasilnya sudah dikirimkan ke pemerintah Provinsi.
“Sudah kami lakukan menjelang ramadhan, kemudian masalah Minyak Kita juga kemarin dari teman-teman PK dan juga bidang perdagangan juga melakukan sidak, itu sudah dilaporkan ke Provinsi, karena semua perintah itu melalui Kementrian Perindustrian dan Perdagangan, sudah kami lakukan bersama satgas pangan dan juga LPG sudah lama kami lakukan”. Ujarnya





