SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Cawabup Pamekasan Diduga Masuk Pusaran Korupsi PT Wus, Baisuni : Masyarakat Harus Jeli dan Selektif

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,-<span;> Mantan  aktifis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) Baisuni mengkritisi pencalonan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Pamekasan Taufadi.

Sony Lanyala sapaan akrabnya mengatakan bahwa Taufadi tidak layak memimpin Kabupaten Pamekasan, lantaran pernah tersandung kasus dugaan tindak pidana Korupsi PT Wus sebuah Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) pemerintah Kabupaten Sumenep.

Penahanan Taufadi dititip di Rutan Kelas I Medaeng. Diduga, ada dana PI Rp 510.658.500 yang tidak dilaporkan oleh Taufadi sebagai kepala divisi keuangan PT WUS.

BACA JUGA :  Pegawai Bapenda Pelaku Kasus Penggelapan Uang Pajak Sebesar Rp2,5 Miliar, Diminta Serahkan Diri

“Kami jujur sangat keberatan kalau Taufadi mencalonkan diri sebagai wakil Bupati Pamekasan. Karena dia adalah mantan narapidana, selain itu yang menjadi trauma kami, perbuatannya akan terulang. ” Ungkapnya

Selain itu Sony juga menolak keras calon Pemimpin yang dinilai cacat hukum, dan pernah menjadi mantan Koruptor, karena ditakutkan perbuatannya akan terulang kembali.

BACA JUGA :  Pelantun Lagu 'Aku Pilih Ganjar Mahfud, Ditahan, Dugaan Tindak Pidana Pornografi

“Masyarakat Pamekasan harus peka dalam memilih calon. Kalau ada calon pemimpin yang sebelumnya sudah menjadi mantan koruptor bisa ada kemungkinan dia mengulanginya, kita dalam memilih pemimpin tidak boleh terkecoh dengan penampilan luarnya saja, harus flashback melihat latar belakang dan prestasi apa yang ia capai sebelumnya.”. Jelasnya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kemampuan Personil, Satuan Samapta Polres Aceh Selatan Gelar Latihan Dalmas.

Lanjutnya, ia meminta kepada masyarakat dan tokoh harus kompak mencari pemimpin yang betul -betul bisa membangun Pamekasan lebih baik.

“ Mari cari pemimpin yang betul-betul bersih, jujur dan mau membangun Pamekasan yang lebih baik, masyarakat harus peka dan jeli serta selektif dalam memilih pemimpin, dan melihat track recordnya, saya pribadi tidak menginginkan nama baik Pamekasan tercoreng “. Tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *