BEM FIA UNIRA Gelar Dialog Energi Bahas Tantangan dan Peluang Tata Kelola Migas di Wilayah Madura
PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID – Kegiatan Dialog Energi dengan tema “Tantangan dan Peluang Tata Kelola Migas terhadap Aspek Pendidikan, Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan Wilayah Madura” sukses diselenggarakan di Lantai 3 Lab bersama universitas madura pada Kamis 9 April 2026 .Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta narasumber yang kompeten di bidang energi (09/04/2026).
Ketua Panitia, [moh bangbang waluyo], dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai pengelolaan minyak dan gas (migas), khususnya dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan di wilayah Madura.
“Kami berharap melalui dialog ini, peserta tidak hanya memahami isu yang ada, tetapi juga mampu memberikan gagasan kritis dan solusi yang aplikatif,” ujarnya.
Ketua BEM Fakultas ilmu administrasi Universitas Madura, [Moh Rianto], dalam sambutannya menyampaikan bahwa isu tata kelola migas merupakan topik strategis yang perlu mendapatkan perhatian serius, terutama dari kalangan mahasiswa sebagai generasi intelektual. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan kontrol sosial dalam mengawal kebijakan pengelolaan sumber daya alam.
Ia juga menyoroti bahwa wilayah Madura memiliki potensi sumber daya migas yang besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam hal pemerataan manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu mengkaji secara kritis serta turut mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Madura memiliki Potensi besar dalam dalam kekayaan Minyak dan gas bumi tentunya ini menjadi Peluang dalam membangun perekonomian Pulau madura. kita sebasi Mahasiswa harus berani bersuara dan berkontribusi dalam memberikan solusi. Tidak hanya memahami persoalan dari sisi teori, tetapi juga mampu melihat realitas yang terjadi di lapangan, khususnya terkait dampak ekonomi, sosial, pendidikan, dan lingkungan dari pengelolaan migas,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan forum dialog ini sebagai ruang kolaborasi dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya tata kelola energi yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Sementara itu, Dekan Fakultas ilmu administrasi ,Dr Fajar surahman S.Sos,M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu strategis seperti energi dan lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa tata kelola migas tidak bisa dipandang hanya dari aspek ekonomi semata, melainkan harus dilihat secara menyeluruh, termasuk dampaknya terhadap pendidikan, kondisi sosial masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pendekatan multidisiplin sangat diperlukan dalam memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam sektor migas.
“Perguruan tinggi harus menjadi pusat kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui forum seperti ini, diharapkan lahir pemikiran-pemikiran kritis, inovatif, dan solutif yang dapat menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan,” tuturnya.
Ia juga berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan, berdiskusi secara aktif, serta membangun jejaring dengan berbagai pihak guna mendukung pengembangan kapasitas diri di bidang energi.
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak jhodi irawan ketua SPPSN PT Pertamina patra Niaga surabaya yang membahas berbagai tantangan dan peluang dalam tata kelola migas di wilayah Madura.
Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif dari peserta yang menyampaikan berbagai pertanyaan, pandangan, serta gagasan terkait solusi pengelolaan migas yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengoptimalkan tata kelola migas yang berkeadilan dan berkelanjutan.





