SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Soal Dugaan Korupsi Mantan Desa Maneikun, Ini Pernyataan Camat Lasiolat

M@u
Camat Lasiolat, Fabianus Seran

BELU, CYBERJATIM.ID – Soal dugaan korupsi Mantan Desa Maneikun, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, tahun anggaran 2019 lalu, masyarakat Pelapor meminta kepada pihak Inspektorat Kabupaten Belu agar turun dan lakukan cek fisik terkait laporan warga yang kini masih mandek di Inspektorat dan kejaksaan Belu.

Sebagai kepala pemerintah wilayah, Camat Lasiolat, Kabupaten Belu, Fabianus Seran, saat dihubungi oleh Wartawan menjelaskan bahwa, untuk kasus dugaan korupsi di Desa Maneikun kini sudah ditangai oleh pihak Inspektorat. Seharusnya, pihak inspektorat harus cepat dalam menangangi terkait duga tersebut.

Kenapa demikian, lanjut Fabianus, agar memberikan efek jerah kepada Desa-Desa yang melakukan tindakan dugaan korupsi di Desa tersebut, pada umumnya di kecamatan Lasiolat. Namun, Desa Maneikun sendiri, berdasarkan hasil pemeriksaan sebelumnya memang sudah ada temuaan dari Inspektorat Kabupaten Belu.

BACA JUGA :  Diduga Akibat Pemberitaan Seorang Wartawan Media Krusial Alami Tindak Kekerasan.

“ temuannya 100 lebih juta, namun ada upaya untuk pengembalian dari mantan desa, tapi masih sisa iya 90 an .lebih juta,” tuturnya kepada Wartawan, minggu (19/02/23) siang.

Terkait dugaan itu, minta Fabianus, Inspektorat sebagai lembaga pengawasan dan pembinaan harus bertindak cepat terhadap desa-desa agar tidak salah dalam penggunaan dana desa.

“ iya contohnya seperti Desa maneikun inikan sudah temuan ini, dan itu harus diselesaikan” Ungkapnya.

Dalam kasus ini menurut Fabianus, Inspektotrat segera menyelesaikan secara cepat sehingga pengembalian tersebut dapat digunakan untuk keberlanjutan pembangunan di desa maneikun.

Akan Tapi, sayangnya sampai saat ini pihak Inspektorat belum dapat menyelesaikan kasus dugaan korupsi di Desa maneikun.

Berdasarkan pengamatannya, terang Fabianus, selama pihaknya bertugas di Kecamatan Lasiolat ini melihat bahwa dampak perkembangan ekonomi Masyarakat masih sangat kurang.

BACA JUGA :  Ungkap Kasus : Polres Pamekasan Berhasil Amankan Tersangka Curanmor dan Pengedar Narkoba

Bahkan secara statistik, ungkapanya, kecamatan Lasiolat masih banyak Keluarga miskin akibat orientasi daripada para desa tidak memberdayaankan masyarakat secara utuh.

“ mereka (Kepala desa) lebih banyak arahkan ke infastruktur sehingga masih banyak kepala keluarga miskin masih banyak,” jelasnya.
Atas dasar itu, Ungkap Fabianus, sebenarnya masyarakat desa maneikun, kecamatan Lasiolat mendesak pihak inspektorat dan pihak – pihak terkait agar dapat menyelesaikan terkait dugaan korupsi ini.

“waktu yang diberikan untuk mengembalikan iya harus di kembalikan, tapi kalau tidak dapat mengembalikan iya Inspektorat harus tindak lanjut itu. Inspektorat jangan hanya diam saja,” tandasnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, soal kasus dugaan desa maneikun ini, pihak DPR kabupaten Belu juga pernah datang dan melakukan klarifikasi di Kantor Desa. Sampai hari ini, belum kelihatan dari pada penyelesaikan kasus dugaan ini.

BACA JUGA :  Sukseskan Pemilu 2024, Sat Samapta Polres Aceh Selatan Gencar Lakukan Patroli Dialogis.

“Sehingga ada penyelesaiai pihak terkait dalam hal ini Inspektorat, sebelumnya mereka juga sudah membuat surat pernyataan di depan DPR waktu ini. Iya intinya kita berharap inspektorat dapat menyelesaikan kasus dugaan ini,” ujarnya.

Informasi yang dapat diterima oleh wartawan dari masyarakat pelapor bahwa, otak dari pada dugaan Korupsi dana Desa serta dana Anggur Merah yang kini belum di bagi ke masyarakat sampai muncul Rekening khusus adalah Sekretaris Desa Maneikun.

Sampai hari ini, masyarakat masih bertanya – tanya soal nomor rekening khusus yang kini masih disimpan oleh Sekretaris Desa maneikun dan ketua Anggur Merah Desa Maneikun, kecamatan lasiolat.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih berupaya untuk meminta keterangan Mantan kades terkait nomor rekening khusus dan dana anggur merah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *