SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Mustika Swara Congkresta Pemalang, Mengeja Waktu Yang Tak Menentu

PEMALANG – cyberjatim.id,-Keberadaan musik keroncong di kabupaten Pemalang , pagelaran nya tidak menentu bagai mengeja waktu, eksistensi pertunjukannya bagai irama keroncong itu sendiri, terkadang kencang tanpa henti , mengejar ritme naik turunnya irama, terkadang total berhenti, hanya alunan saxophone yang mendominasi.

 

Begitu gambaran eksistensi musik keroncong di kabupaten Pemalang, yuyun ( 50 ) warga kelurahan Mulyoharjo Pemalang, salah satu seniman musik keroncong menuturkan ” kalau bukan karena panggilan jiwa bermain musik,rasa -rasanya sudah malas, terkadang lama baru ada undangan buat manggung keroncong ” tuturnya ( 12/2/2023 ).

BACA JUGA :  Cong Wahyu Gelar Konser Mini Band Indie, Dihadiri Wakil Bupati Pamekasan

 

Muaik keroncong biasanya di iringi dengan tujuh orang atau tujuh alat musik, seperti gitar,biola, ukelele, biola,saxophone dan lainnya.

 

Eksistensi musik keroncong di pemalang yang masih sering tampil, terutama di salah satu cafe yang berada di jalan sulawesi pemalang adalah *mustika swara congkresta* atau MSC di bawah pimpinan Saiful atau biasa di panggil saiful sax ( saxophone ).

BACA JUGA :  MEDIA PARTNER || Kami Siap Menemani Acara dan Usaha Anda

 

Dimana kebanyakan para pemainnya adalah anak muda, termasuk pelajar sekolah SMA,

 

Menurut pimpinan orkes keroncong MSC saiful sax “,konsep musik yang di usung group kami adalah konsep orkestra,agar penampilan nya berbeda dari keroncong lain” kata saiful.

BACA JUGA :  Perkembangan Dunia Property 2023 Ditengah Krisis Ekonomi Global

 

” Selama ini Pemalang belum ada keroncong orkestra,dan ternyata Pemalang sendiri gudangnya anak muda yang pinter main biola,saxophone,dan alat musik lainnya ,maka dari itu terbentuk lah mustika Swara congkresta” lanjut saiful.

 

Adanya anak muda banyak di libatkan dalan MSC adalah merupakan transformasi keroncong dari generasi tua , kepada generasi muda,untuk mengenalkan” spirit milenial ” , menduniakan musik keroncong,lewat anak -anak muda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *