SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Tiga Pabrik Rokok di Pamekasan Diduga Ternak Pita Cukai, Kantor Bea Cukai Madura Digeruduk SPMP

 

PAMEKASAN – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Suara Pemuda dan Mahasiswa Pamekasan (SPMP) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madura, Kamis (17/09/2026).

Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas dugaan maraknya praktik ternak pita cukai oleh sejumlah perusahaan rokok (PR) di Madura.

Koordinator Lapangan aksi, Rohim menyebut, tiga PR diduga terlibat dalam praktik pembelian pita cukai tanpa dibarengi aktivitas produksi rokok di pabrik.

BACA JUGA :  Jumat Curhat di Manuaman, Masyarakat Minta Polres Belu Intensifkan Patroli di Jam Istirahat Malam*

Di antaranya PR Pelita Jaya, Pagar Bumi, dan Hindu yang disebut berada di wilayah Desa Bulai, Desa Peltong, Kecamatan Galis, serta Kecamatan Larangan.

“Kita akan tetap mengawal sampai Bea Cukai melakukan penindakan tegas, baik dibekukan maupun dibatasi,” tegas Rohim.

SPMP meminta pengawasan tidak berhenti pada satu lokasi. Mereka mendorong Bea Cukai melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap PR yang dinilai bermasalah, termasuk yang berada di Pamekasan.

BACA JUGA :  Keluarga Besar Purna Paskibraka Aceh Selatan Santuni Korban Kebakaran Pondok Pasantren Darul Ihsan.

“Berdasarkan temuan kami, dari tiga PR yang diduga rutin melakukan penebusan pita tersebut, berdasarkan pernyataan pihak bea cukai sudah di bekukan. Maka dari itu kami akan pastikan kembali nanti dan akan melakukan aksi yang lebih besar, ” tandasnya.

Bahkan dirinya menyampaikan saat berdiskusi dengan pihak Bea Cukai Madura bahwa dari ketiga PR tersebut telah mengecoh bea cukai saat melakukan sidak.

BACA JUGA :  PSPKP FKIP UMM Bangkitkan Semangat Guru Penggerak

“Berdasarkan informan kami dibawah, pihak PR menyewa masyarakat setempat untuk berada di Gudang dengan iming-iming dibayar 100 ribu hanya dengan duduk-duduk saja,” ujarnya

Pihak meminta, bea cukai harus serius dalam melakukan penegakan hukum, terhadap PR-PR yang hanya melakukan ternak cukai.

“Kami meminta pihak cukai untuk menindaklanjuti setiap temuan. Sehingga kami bisa percaya terhadap kinerja Bea dan Cukai Madura, ” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *