Penerbangan Lumpuh, Founder Bani Insan Peduli Pilih Naik Bus ke Madura Demi Misi Kemanusiaan
JAKARTA, CYBERJATIM.ID – 8 September 2026 – Di tengah lumpuhnya jalur penerbangan rute Jakarta-Surabaya akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Founder Bani Insan Peduli, Ali Zainal Abidin, menunjukkan dedikasi luar biasa.
Usai meresmikan Gedung Ainun Umar di Jalan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ia memilih melakukan perjalanan darat menggunakan bus bersama rombongan relawan menuju Jawa Timur.
Keputusan tersebut diambil demi memastikan seluruh agenda penting yang telah dijadwalkan tetap terlaksana tepat waktu tanpa ada penundaan.
Perjalanan darat yang ditempuh bersama para relawan ini mengusung misi ganda yang sarat makna. Setibanya di Pulau Madura, Ali Zainal Abidin bersama tim Bani Insan Peduli akan langsung melanjutkan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan yang telah dirancang untuk membantu masyarakat setempat.
Selain agenda filantropis tersebut, kunjungan ini juga menandai momen penting dalam dunia bisnisnya, yaitu menghadiri acara Grand Opening Toko Emas Central 88 Gold And Jewellery.
”Kendala alam seperti abu vulkanik tentu di luar kendali kita, namun semangat untuk berbagi dan memenuhi komitmen kepada masyarakat tidak boleh padam. Bersama para relawan, perjalanan darat ini justru menjadi momentum kebersamaan yang hangat sebelum kami tiba di Madura,” ungkap Ali Zainal Abidin sesaat sebelum keberangkatannya.
Meskipun harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang melintasi pulau Jawa, antusiasme dan kekompakan antara Ali Zainal Abidin dan para relawan Bani Insan Peduli tetap terjaga.
Perjalanan ini menjadi cerminan ketangguhan dan profesionalisme dalam menghadapi situasi darurat tanpa mengorbankan tanggung jawab sosial maupun profesional.
Rombongan dijadwalkan tiba di Madura untuk segera mengeksekusi rangkaian program sosial serta meresmikan pembukaan toko emas Central 88 Gold And Jewellery dalam waktu dekat.





