SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Sebut Pernyataan Dinkes dan DLH Pamekasan Tak Sinkron Soal Dapur MBG Pangorayan, LMB: Tutup SPPG Tersebut

Ilustrasi

 

PAMEKASAN – Selain masalah ketidak sesuaian menu dan beban anggaran, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pangorayan juga menyisakan persoalan lain, yakni food waste atau limbah makanan.

Hal ini disampaikan oleh aktivis Lingkar Melati, Zainal Arifin, bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan aturan di setiap satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG wajib bertanggung jawab atas sampah dan limbah yang dihasilkan untuk program Makan Bergizi Gratis. Sisa makanan yang layak konsumsi pun harus ditangani dengan tepat.

“Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penanganan Sisa Pangan, Sampah, dan Air Limbah Domestik dalam Pelaksanaan Program MBG,” tuturnya

BACA JUGA :  Kapolres Pamekasan Serahkan Buku Pedoman Kontijensi Klaster Covid-19 pada Polsek Jajaran

Pihaknya mengungkapkan, Persoalan SPPG Pangorayan bukan sekedar pemenuhan gizi dan perizinan dapur. Lebih dari itu adalah soalan kelayakan dapur untuk bisa beroperasi.

“Sebagaimana yang disampaikan disampaikan DLH terkait IPAL di SPPG Pangorayan, IPAL tersebut sudah terpasang, Tapi untuk kelayakan dan tidaknya harus ada hasil uji laboratorium. Dan, sampai saat ini SPPG tersebut belum memiliki hasil uji lab,” jelasnya

Sementara pernyataan dari pihak Dinkes saat mendampingi Satgas sidak tadi pagi ke SPPG Pangorayan menyampaikan semua persyaratan dapur termasuk uji lab sudah terpenuhi.

BACA JUGA :  Polsek Trumon Beserta Tim BPBD Bantu Evakuasi Masyarakat Korban Banjir

“Artinya, disini ada pernyataan yang tidak sinkron atau bertentangan antra Kabid DLH dan Kabid Dinkes. Jika memang benar IPAL tersebut belum ada uji labnya, bagaimana bisa Dinkes mengeluarkan SLHS dr SPPG tersebut.?? Sementara syarat penerbitan SLHS diantaranya hasil uji lab sanitasi,” imbuhnya.

Pihaknya melanjutkan, bahwa yang persoalan lagi yang muncul adalah aliran limbah yang di buang di saluran air yang pasti akan mengganggu lingkungan.

BACA JUGA :  Waaww Mantap, Petani Kesulitan Pupuk, Ombudsman Sumut Malah Temukan Ratusan Ton Pupuk Bersubsidi di Gudang Pupuk di Sergai

“Bahkan Menurut Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan; Aliran limbah di SPPG Pangorayan dialirkan melalui saluran air. Sehingga mengganggu pada lingkungan sekitar,” katanya.

Pihaknya menyebutkan, Kejadian di Pangorayan itu jauh lebih parah dari kejadian MBG Marinasi yang dilakukan Yayasan As-Salman di Buddagan.

“Satgas dan Korwil harus bersikap tegas terhadap SPPG Pangorayan. Tutup SPPG tersebut dan audit menu yg beredar kemarin. Supaya Satgas dan Korwil tidak terkesan tebang pilih dalam menyikapi persoalan menu dan perizinan dalam SPPG,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *