SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Diduga Dikerjakan Asal – Asalan, Belum Genap Seminggu Paving Blok di Pamekasan Hancur

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID- Proyek peningkatan jalan di gang Seruni kelurahan Barurambat Kota kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang semestinya. Jumat (21/7/2023)

 

Buktinya, dari pantauan Jurnalis cyberjatim.id lokasi proyek, serta penjelasan narasumber yang paham di bidang konstruksi, ada beberapa item pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi termasuk hancurnya komponen proyek yang diduga asal-asalan dalam pekerjaan.

 

Pertama, terpantau spek yang digunakan pasir mundu atau diduga tanah takad sungai yang kualitasnya juga tidak pantas digunakan dan cepat rusak. Kedua, diduga salah lokasi pemasangan di jalan beraspal dan sudah terbukti selama ini, belum genap satu minggu proyek tersebut sudah amburadul dan tidak di perbaiki oleh konsultannya.

BACA JUGA :  Petasan Unik Bentuk Perahu hingga Konter HP Disita Polisi, Bukti Lemahnya Pengawasan Bahan Peledak di Pamekasan

 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Muharram mengatakan memang kegiatan tersebut wewenang kami sehingga kita harus cek keberadaan dan kondisi dibawah. Oleh karenanya kami akan panggil konsultan proyek agar mengikuti kemauan warga setempat dan insyaallah hari Senin kita langsung investigasi ke lokasi.

BACA JUGA :  Diduga Kades Lolofaoso Korupsi Dana Desa (DD)2019-2021 Ketua Perwakilan LSM KCBI Kep. Nias Laporkan Di Kejari Gunung Sitoli

 

“Tiap-tiap warga permintaannya tidak sama, ada yang minta dikasih plat beton ada juga yang tidak. Setiap kegiatan pasti ada waktu pemeliharaan kegiatan proyek, nanti kami akan panggil konsultannya langsung suruh perbaiki yang rusak,” katanya.

BACA JUGA :  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

 

Selanjutnya kepala DPRKP Muharram menjelaskan bahwa RT setempat harus mampu menampung aspirasi dari warga sekitar supaya dalam pengerjaan proyek tersebut cepat selesai dan bermanfaat bagi warganya.

 

“Jika harus mengikuti satu-persatu kemauan warga dipastikan tidak ada pembangunan,” pungkasnya.

 

Perlu diketahui bersama bahwa dalam hal ini seharusnya pihak dinas segera memanggil konsultan dan memberikan teguran keras agar melakukan perbaikan kualitas pada proyek tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *