SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Tidak Ada Satu Orang Pun Petugas Untuk Menjaga Lokasi Tersebut, Komunitas Skateboard dan Skuter Gunakan Lapangan Adam Malik Pematang Siantar Jadi Lokasi Bermain

Foto; Salah Satu Acara Dari Pemerintah Kota Pematang Siantar Yang Dilakukan di Balai Bolon,Lapangan Adam Malik.Disporabudpar Pemerintah Kita Pematang Siantar Mengklaim Bahwasanya Lapangan Adam Malik Sebagai Tempat Arena Komunitas Pengguna Skateboard dan Skuter Pada Malam Hari.

Pematang Siantar Sumatera Utara, CYBERJATIM.ID, – Lapangan Adam Malik di Kota Pematang Siantar seringkali digunakan untuk komunitas skateboard dan skuter sebagai lokasi kegiatan mereka.

Bahkan, komunitas ini juga menggunakan Balai Bolon, gedung yang ada di Lapangan Adam Malik sebagai arena kegiatan mereka bermain skateboard dan skuter.

Akibatnya, Balai Bolon menjadi rusak, beberapa keramik bahkan terlihat pecah dan tergores.

Hal itu, menurut Kepala Bidang Keolahragaan di Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar, Yusuf Gultom, karena kurangnya petugas yang menjaga Balai Bolon, terutama di malam hari.

BACA JUGA :  Gubernur VBL Kunjungi SMA Negeri 6 Kota Kupang

“Di sana (lapangan Adam Malik) sama sekali tidak ada yang menjaga, jadi mereka (komunitas skuter dan skateboard) seenaknya buat Balai Bolon jadi arenanya,” katanya kepada awak media ini Senin (8/5/2023).

Selama ini, lanjut Yusuf, dinasnya telah lama mengajukan penambahan pegawai honorer untuk menjaga Lapangan Adam Malik, termasuk Balai Bolon yang ada di dalamnya.

“Setidaknya ada dua orang yang menjaga, pagi dan malam,namun sampai saat ini belum ada kejelasan dari pengajuan kami,” ucapnya.

Disporabudpar Pemko Pematang Siantar mengklaim terus memonitoring dan menertibkan aktivitas dari komunitas skateboard dan skuter ini.

BACA JUGA :  Diduga Terima Suap dan Tuntut PPS di PAW, Ratusan Massa Demo Kantor KPU Sampang

“Seperti libur hari buruh kemarin sebentar saja, tidak sering memang, dan kita sudah cek pas malam, sudah dilarang dan diberi teguran, tapi mereka juga lakukan kegiatan di situ,” tutupnya.

Sementara itu, warga Kecamatan Siantar Barat, Fahrandi (28), mengeluhkan maraknya komunitas skateboard dan skuter yang ada di Balai Bolon.

Ia meminta ada sinergi dan kerja sama antar organisasi perangkat daerah (OPD) menjaga dan merawat fasilitas dan ruang publik tersebut.

“Kalau memang keterbatasan dan tidak ada pegawai dari dinas pariwisata untuk bisa menjaga, setidaknya dinas lain juga bisa memberikan perhatian tersebut, soalnya banyak aktivitas pemko di situ, jangan dibiarkan saja,” tegasnya.

BACA JUGA :  Sisa Batu Bara Diolah Menjadi Batako

Fahrandi menambahkan, Pemko Pematang Siantar seharusnya menyediakan fasilitas dan sarana untuk dapat sebagai wadah menuangkan ekspresi dari komunitas-komunitas tersebut.

“Sebenarnya juga harus disediakan ruang khususnya juga, kalau bisa menyebar di titik kumpul masyarakat, biar jangan terpusat aja tempatnya, jadi fasilitas yang fungsi bukan sebagai tempat skateboard tidak digunakan sembarangan,” pungkasnya.

PEWARTA ROBIN SILALAHI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *