Tianotak Minta Pemda SBB Profesional dan Program Prioritas Desa Harus Jadi Perhatian Utama
MALUKU, CYBERJATIM.ID,- Pemerintah daerah Kabupaten SBB melaksanakan Musrenbang tingkat kecamatan, untuk kecamatan Kairatu, Inamosol dan Kairatu Barat yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Kairatu Barat, pada Jumat (10/3/2023).
Dalam kegiatan Musrenbang tiga kecamatan itu, sambutan penjabat Bupati Seram Bagian Barat, Andi Chandra As’aduddin yang dibacakan Sekretaris Daerah Alvhin Tuasuun.
Dalam sambutannya itu, penjabat Bupati mengatakan bahwa dari hasil Musrenbang ini minimal Pemda mengakomodir 1 program untuk satu desa, sehingga semua desa tersentuh.
Menanggapi progam untuk desa yang disampaikan Sekda SBB itu, Ketua Komisi III DPRD, Gunawan Bobby Tianotak menilai pemerintah daerah tidak adil dalam pembagian program atau kue pembangunan ke desa – desa yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat
“Ini menjadi masalah terkait sambutan PJ Bupati yang mana satu program satu desa, lantas bagaimana dengan desa yang petuanannya ( dusun) banyak dan besar,” tanya Tianotak
Tianotak mencontohkan, desa Kairatu di kecamatan kairatu, desa Hunitetu di kecamatan Inamosol, kedua desa ini memiliki beberapa dusun. Kalau 1 program 1 desa maka kasihan untuk wilayah – wilayah kedua desa tersebut, oleh karena itu mestinya harus ada pengecualian untuk desa yang dusunnya banyak.
“Pemda harus profesional, karena dasar perhitungan DAU itu diantaranya luas wilayah dan jumlah penduduk dan mereka (desa yang petuanan dusunnya banyak) sangat berkontribusi lebih untuk DAU kabupaten ini,” Cetusnya.
Dikatakan Tianotak, seharusnya desa dengan petuanannya terbanyak harus mendapatkan program itu lebih, dan menjadi prioritas pemerintah daerah dalam memberikan kue pembangunan di desa – desa tersebut.
Jika kue pembangunannya lebih maka sudah pastinya dusun dari desa tersebut akan mendapatkan pula program itu, atau kue pembangunan dari desa yang diberikan pemerintah daerah lewat program – program yang telah diakomodir pada Musrenbang tingkat kecamatan maupun kabupaten.
“Kalau satu desa satu program, itu belum merata, lantas bagaimana dengan dusunnya, ini seharusnya menjadi prioritas Pemda SBB dalam melakukan pemerataan pembangunan di Bumi Saka Mese Nusa.” Kata Tianotak.
Semestinya Pemerintah Daerah harus lebih bijak dan adil dalam pembagian kue pembangunan untuk desa – desa yang ada di Kabupaten SBB, sehingga pemerataan pembangunan dapat terjadi dan menjawab kebutuhan rakyat.
Olehnya itu, Pemda SBB harus lebih profesional dan apa yang menjadi usulan desa yang menjadi program prioritas desa tersebut seharusnya diprioritaskan dan kami siap membantu di DPRD.” Pungkas Tianotak menutup.





