Stop Mafia Tembakau ! Pengumuman Pada Petani Tembakau, H. Her : Kalau Tembakaunya Ditawar Murah Jangan Kasih, Jual ke Saya.
PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Berawal dari maraknya dugaan mafia tembakau, yang sering terjadi di Madura. Kini mendapatkan perhatian khusus dari sang sultan H. Her. Kamis (14/8/2025)
Beberapa waktu lalu, ketua umum Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM), membeberkan adanya mafia dalam tata niaga tembakau.
Hal ini disampaikan oleh H. Hairul Umam saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tentang Rancangan Undang-Undang Komoditas Strategis Perkebunan di ruang sidang Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.
Kemudian, hari ini viral diberbagai platform media, H. Her dengan tegas memberikan pengumuman kepada seluruh petani tembakau di Madura pada khususnya.
“Mon bekonah e ber taber mode, jheg beghi juwel ka engkok, tanggel 17 e palarangah bikok, le tak katomanan, se dheg mamodhe’eh maloloh din reng tanih, jheg beghi mon de mode, juwel dhibik, juwel tak rapah, mon din reng tanih langsung e soterah bikok (Kalau tembakaunya ditawar murah jangan dikasih, jual ke saya tanggal 17. Mau diambil mahal sama saya, biar tidak kebiasaan mau diambil murah terus punya petani. jangan kasih kalau murah, jual sendiri tidak apa-apa, kalau punya petani langsung mau disortir)“. Ucapnya
Ia juga kembali menyampaikan, untuk harga tembakau saat ini golongan tegal dari Rp.50ribu sampai Rp.65ribu per kilogram, sementara untuk tembakau gunung Rp.50ribu sampai Rp.75ribu per kilogram.
“Mon teggelen dheri 50 sampek 65, mon ghunung dheri 50 sampek 75. Jheg beter yeh, pokok en tan pesse gitak tadheg, tak taoh mon tan pesse la tadheg. (Kalau tegal dari 50 sampai 55 ribu, kalau tembakau gunung dari 50 sampai 75 jangan khawatir, yang penting uang saya belum habis, tidak tahu kalau uang saya sudah habis). Tambah H. Her.





