Sangat Miris…!!! Rekanan Melaporkan Mengenai Pokja Tender Rekonstruksi Jalan di Dairi ke Poldasu
Dairi Sumatera Utara, CYBERJATIM.ID – Direktur CV. Van Victory Viktor Panjaitan yang beralamat di Desa Siboras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupten Dairi.
Telah Resmi melaporkan Kelompok Kerja (Pokja) Rekonstruksi Jalan di Kabupaten Dairi ke Polda Sumut karena perusahaan miliknya dibuat tidak lulus evaluasi.
Pokja dilaporkan sesuai surat laporannya yang telah diterima bagian Sekretariat Umum Poldasu pada Selasa (11/7/23).
Laporan dimaksud dinyatakan dan dibenarkan langsung oleh pihak Direktur CV. Van Victory Victor Panjaitan kepada WARTAWAN melalui pesan whatsapp pada Rabu (12/7/23).
Disebutkan Victor Panjaitan, Pokja dilaporkan akibat diduga kuat menyalahgunakan wewenang, serta ada suatu indikasi dugaan upaya suap.
Pasalnya, CV. Van Victory adalah salah satu penyedia yang mengikuti tender paket pekerjaan Rekonstruksi Jalan Dusun II (Sikalombun), Dusun III (Panapal), Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi.
Paket pekerjaan dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 924 juta. Pada satuan kerja (Satker) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Dairi Tahun Anggaran (TA) 2023.
Selain dugaan penyalahgunaan wewenang dan dugaan upaya suap. Beberapa alasan lain juga menjadi materi laporan Pokja ke Poldasu. Diantaranya, perusahaannya merupakan penawar terendah pada paket pekerjaan itu dengan penawaran Rp. 709.504.299,94. Namun yang dimenangkan Pokja, justru penawar tertinggi.
Kemudian, pihaknya telah menyampaikan kewajaran harga sesuai penawaran, sebagai bahan evaluasi. Pokja seharusnya meng klarifikasi kewajaran harga kepada toko yang menerbitkan dukungan harga material.
“Pokja tidak melakukan klarifikasi itu. Patut diduga penyalahgunaan wewenang,” kata Victor.
Pihak Kelompok Kerja (Pokja) Rekonstruksi Jalan di Kabupaten Dairi yang dihubungi WARTAWAN di ruang bagian pengadaan barang jasa Rabu (12/7/23) di seputaran Kantor Bupati Dairi.
Pokja menanggapi kelengkapan administrasi pemenang tender.
“Evaluasi dan klarifikasi untuk lulus atau memenangkan calon pemenang tender dimaksud, Pokja mengacu pada kelengkapan administrasi sesuai persyaratan dalam dokumen lelang.
Bukan tergantung penawaran terendah. Semua kriteria harus lengkap,” kata salah seorang unsur Pokja.
Sementara itu, Victor Panjaitan kembali menjelaskan, soal tahapan proses tender pada paket pekerjaan Rekonstruksi Jalan tersebut.
Tepat pada Kamis (6/7/23) diketahui salah seorang anggota Pokja inisial S mengirim chat WhatsApp berisi pengumuman CV. Van Victory tidak lulus evaluasi. Padahal, sesuai jadwal, seharusnya pengumuman pada Jumat (7/7/23).
Ironisnya menurut Victor Panjaitan, di hari yang sama Jumat (6/7/23) sekitar pukul 08.00 WIB.
Ada dua oknum datang ke rumah Victor untuk menawarkan sejumlah uang agar CV. Van Victory mundur dari tender tersebut.
Oleh karena itu, Victor Panjaitan curiga dan ada dugaan kongkalikong antara pokja dengan pemenang tender, juga ada dugaan upaya suap.
Viktor memutuskan untuk melaporkan Pokja dan surat laporannya sudah diterima bagian Sekretariat Umum Poldasu.
Dengan tembusan Kabareskrim Polri, Ketua Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan anggota Komisi III DPR RI dan Kepala LKPP di Jakarta.
Sekedar informasi diperoleh dari halaman portal LPSE Dairi.
Berikut penyedia dengan penawaran terendah hinggah mencapai tertinggi pada paket pekerjaan tersebut.
Diantaranya CV.Van Victory penawar terendah dengan penawaran Rp.709.504.299,94,disusul dengan CV.Roganda Rp.739.200.000,00 dan CV.Basam Putra Samudra Rp.739.208.881.80
Selanjutnya CV.Global Mandiri Rp.755.210.000.00 CV.Marhara Maha Karya Rp.766.970.057.78 CV.Bangun Kaya Abadi Rp.822.430.000.00 dan CV.Agung Sriwijaya sebagai pemenang Rp.917.122.000.00
PEWARTA:ROBIN SILALAHI





