Rokok Lokal ( Non Cukai ) Tingkatkan Perekonomian, Pegawai DPMD Pamekasan Pun Ikut Menikmati
PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Berbicara masalah ekonomi, Kabupaten Pamekasan saat ini sudah mulai meningkat usai banyaknya bermunculan perusahaan rokok lokal.
Perusahaan rokok yang kini marak di Kabupaten Pamekasan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan mampu memberikan sebuah pekerjaan kepada Masyarakat dengan gaji yang fantastis.
Perusahaan rokok lokal yang mayoritas ilegal ( non cukai ) menjadi bancakan untuk mencari nafkah demi keberlangsungan hidup.
Namun tanpa disadari apa yang dikerjakan tersebut bisa merugikan negara, kesehatan terhadap pekerja dan melanggar undang – undang, khususnya barang kena cukai.
Penikmat rokok lokal tanpa cukai bukan hanya bisa dinikmati masyarakat tingkat ekonomi rendah, dengan harga yang sangat terjangkau, melainkan rokok lokal juga bisa dinikmati oleh pejabat dengan tingkat perekonomian menengah keatas.
Terbukti hal tersebut diketahui saat adanya gelar audiensi yang dilakukan oleh FAMAS dan BMM di Kantor DPRD Pamekasan terkait permintaan ditundanya Pilkades, pejabat DPMD dengan nikmatnya menghisap rokok lokal non cukai.
Diketahui kedua pegawai DPMD tersebut membawa rokok non cukai dan salah tempel dengan merek NICE dan HJS , Dinikmati didepan Ketua Komisi 1 dan para peserta Audiensi.
” Secara tidak langsung pemerintah mendukung adanya rokok tanpa cukai dan salah tempel yang di produksi di Kabupaten Pamekasan, padahal Bea Cukai mengeluarkan anggaran DBHCHT dan dipercayakan kepada Pemerintah guna melakukan sosialisasi terkait rokok Ilegal, bahkan dalam gambar sosiaisasi tersebut terpampang gambar Bupati Pamekasan, dan anggarannya dikelola oleh Satpol PP, nah bagaimana jika pegawai Pemkab sendiri yang secara tidak langsung rokoknya ilegal tanpa cukai, hal itu kan sama saja mendukung dan bahkan ikut mempromosikan “. Tegas Faiq Aktivis jebolan Jogja saat dikonfirmasi





