SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Proyek SMPN 1 Rumahkay Belum Rampung, Taher Desak Pihak Ketiga Selesaikan Pekerjaanya

MALUKU, CYBERJATIM.ID,- Pengawasan pekerjaan proyek di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, ditemukan beberapa proyek yang belum rampung 100% pekerjaannya.

 

Proyek itu yakni, pembangunan 7 ruang kelas, pembangunan laboratorium komputer, dan rehab laboratorium IPA SMP Negeri 1 Amalatu, di desa Rumahkay yang anggarannya bersumber dari DAK dinas Pendidikan Seram Bagian Barat.

 

” Tiga objek proyek itu belum rampung 100%, sisa pekerjaannya 15 – 30% yang belum dikerjakan pihak ketiga.” Demikian disampaikan ketua fraksi PKB DPRD SBB, Taher Bin Ahmad kepada media ini. Senin (13/2/2023).

BACA JUGA :  Aksi May Day 2023: Bawa 6 Tuntutan, Ribuan Massa Buruh Bergeser ke Istora Senayan 

 

Dengan belum rampungnya objek proyek tersebut, kata Taher, hal ini tidak terlepas dari perannya PPK untuk mendesak pihak ketiga agar menyelesaikan sisa pekerjaan yang ada.

 

“PPK jangan tidak diam, harus keras kepada pihak ketiga agar sisa pekerjaan itu dapat diselesaikan dan rampung 100%.” Kata Politisi PKB SBB itu.

BACA JUGA :  Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Desa Waesala, Seram Bagian Barat Masuk Tahap II

 

Pekerjaan tiga item baik Rehab 7 ruang kelas baru baru mencapai 90 %, pembangunan laboratorium komputer 70%, sedangkan rehab laboratorium IPA 85%, belum 100% rampung.” Tutur Taher.

 

Kata Taher, ini sudah keterlambatan pekerjaan yang dilakukan pihak ketiga, Yang jelas itu suda denda keterlambatan pekerjaan sesuai dengan yang tertuang dalam kontrak. ” Dan semakin lama keterlambatan pekerjaannya makin besar juga denda keterlambatan pekerjaan itu.” Ujarnya.

BACA JUGA :  Kanit Polsek Indrapura Halangi Wartawan Saat Meliput

 

Taher, berharap pihak ketiga agar tidak membiarkan sisa pekerjaan berlama – lama dan secepatnya diselesaikan, “Sekali lagi mintakan PPK mendesak pihak ketiga agar cepat selesaikan sisa pekerjaan yang ada, guna bangunan itu dapat digunakan untuk kebutuhan sekolah.” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *