Pilkades Serentak 2023 belom ada Kepastian, Ratusan Massa Aksi AMPG Gruduk Kantor Bupati Pamekasan
PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pamekasan Bergerak ( AMPG) beserta lapisan masyarakat dan mahasiswa, melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Pamekasan Madura Jawa Timur, aksi dimulai dari monomen arek lancor untuk menuntut untuk aspirasinya terkait pilkades di tahun 2023 untuk segera di gelar tampa harus ada penundaan dari pemangku kebijakan yaitu Bupati Pamekasan, rabu (08/02/2023).
Pasalnya, massa aksi yang tergabung dari AMPG serta berbagai kalangan masyarakat Desa dikabupaten pamekasan, yang meminta agar Pilkades di pamekasan di gelar tanpa ada penundaan, disampaikan oleh orator secara tegas dan lantang, serta meminta Bupati Pamekasan untuk menemui masyarakatnya di depan kantor bupati pamekasan.
Orator aksi Abdul Basid menyampaikan, menuntut agar aspirasi yang disampaikan dengan lantang dan tegas, supaya Pilkades yang akan digelar 2023 ini untuk tetap digelar tanpa adanya penundaan dengan alasan apupun.
“Saya meminta kepada bupati pamekasan Badrut Tamam segera temui kami untuk meminta kepastian terkait pesta demokrasi pilkades 2023 untuk di gelar tanpa adanya penundaan dengan alasan apapun,” Teriak Bung Basid ( sapaan akrabnya).
Basid selaku korlap aksi juga meminta agar Bupati Pamekasan secepatnya untuk membentuk P2KD tingkat kabupaten dan 17 Desa yang akan mengelar pilkades.
“Mas Tamam ( sapaan Bupati pamekasan) cepat temui kami, kami meminta agar supaya segera dibentuk P2KD tingkat kabupaten dan tingkat Desa, jangan kau sembunyi mas Tamam temui kami,”tambahnya dengan nada keras.
Perlu diketahui bahwasanya gabungan massa AMPG dan Masyarakat sudah membulatkan tekatnya satu suara dan satu komando dari korlap aksi, bahwa jika masyarakat tidak ditemui oleh Bupati Pamekasan maka masyarakat akan melakukan penyegelan pintu masuk dan keluar serta menjaga dan menduduki Kantor Bupati Pamekasan sampai tuntutannya terpenuhi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten pamekasan,sebagai utusan yang mewakili Bupati Pamekasan Badrut Tamam untuk menemui para demonstrasn.
Namun massa aksi yang tergabung dari AMPG dan masyarakat menolak dengan diwakilinya oleh Kepala DPMD, serta masyarakat ingin duduk bareng di trotoar diskusi langsung dengan orang nomer satu dikota dengan jargon Gerbang Salam tersebut.
” Saya tidak butuh kamu pak, Saya butuh Bupati Pamekasan yaitu Mas Tamam untuk nemui kami disini.” kata Junaidi salah satu orator yang lain.
Jika masyarakt tidak ditemui oleh mas Tamam selaku Bupati Pamekasan, maka masyarakat akan melakukan penyegelan pintu pagar kantor Bupati Pamekasan.
Namun Kepala DPMD memberikan jawaban atas tuntun massa aksi,” Kita akan menunggu proses surat dari kementrian pak, ini masih butuh proses pak. Melalui forkopimda kabupaten” kata Kepala DPMD Pamekasan.
Masih Kepala DPMD, ” Bupati saat ini keluar kota, dan apa yang disampaiakan akan saya sampaikan ke Bupati Pamekasan.” jelasnya.
Namun jawaban Kepala DPMD tidak membuat puas massa aksi, karena berdasarkan informasi Bupati Pamekasan tidak keluar kota, melainkan menemuai masyarakat Kelurahan Kolpajung dalam pelaksanaan audiensi, akhirnya massa bersih tegang dengan aparat keamanan dengan menerobos masuk ke Pendopo Bupati pamekasan, serta akan melakukan penyegelan pintu pagar kantor Bupati Pamekasan.
Sampai berita dinaikkan ratusan massa aksi yang tergabung dari AMPG tetap bertahan dan didepan Rumah Dinas Bupati Pamekasan Pendopo Ronggosukowati Pamekasan dan telah dilakukan penyegelan pintu gerbang kantor bupati dan rumah dinas ronggosukowati.





