Penolakan Fatah Jassin Sebagai Wakil Bupati Pamekasan Bermunculan
Pamekasan, Cyberjatim.id,- Munculnya nama Fatah Jassin di Kabupaten Pamekasan yang saat ini digadang – gadang untuk menduduki kursi Wakil Bupati Pamekasan muncul beberapa penolakan
Awalnya aksi penolakan Fatah Jassin sebagai pengganti Alm. Raja’ie dilakukan oleh Dear Jatim ( Demokrasi dan Advokasi Rakyat Jawa Timur ) kini disusul oleh Mabes NGO Pamekasan yang di koordinatori oleh Abdussalam Marhain.

Mabes NGO yang selama ini menjadi penggerak aktif mewakili suara rakyat dan mewakili dari 24 organisasi kemasyarakatan selalu hadir menyuarakan hak – hak rakyat yang dinilai ada kebijakan pemerintah tidak pro rakyat
Isu yang diangkat oleh Mabes NGO adalah isu dugaan korupsi yang terjadi pada tahun 2018 dan KPK sempat menggeledah rumah mantan Kepala Bakorwil Madura.
Tidak hanya itu penolakan tersebut muncul dikarenakan Fatah Jassin juga merupakan warga Pamekasan, sehingga dari pihak mabes NGO merasa tersinggung karena seakan – akan Pamekasan tidak mempunyai figur yang lebih pantas daripada Fatah Jassin.
Abdussalam Marhain menyampaikan dalam orasinya bahwasanya Pamekasan adalah kota pendidikan, dimana para intelek banyak tercipta di Kabupaten Pamekasan.
” Pamekasan Kota Pendidikan, banyak figur-figur yang sejatinya lebih layak dari fatah jassin, sehingga saya selaku warga Pamekasan merasa tersinggung karena dengan cara seperti ini Masyarakat Pamekasan terbaca bodoh, dan tidak mempunyai figur pemimpin yang siap membangun Pamekasan “. Singkat Marhaen
Semantara Fatah Jassin saat dihubungi oleh tim cyberjatim.id menyampaikan bahwa pihaknya adalah murni keturunan Kabupaten Pamekasan.
” Mbah Ebu saya Orang Pamekasan dan kakak nya Zainal Fattah Bupati Pamekasan 1942-1952 “. Tegas Fatah Jassin
Red





