SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Munculnya Pabrikan Rokok Lokal di Madura, Pengangguran Terselamatkan, Petanipun Tersenyum

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Munculnya pabrikan rokok lokal di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan dan Sumenep yang juga kian menjamur ke Kabupaten Sampang dan Bangkalan, mendapatkan respon positif dari masyarakat. Jumat (14/2/2025)

Masyarakat, khsusunya petani kini kembali memiliki birahi untuk kembali bertani, khususnya tembakau atau yang dikenal dengan daun emas.

Setelah beberapa tahun silam, sebelum munculnya perusahaan rokok lokal di Madura harga tembakau naik turun, bahkan seringkali mengalami kerugian.

BACA JUGA :  Jadi Media Rujukan, Anniversary ke-4 Usung Tema Profesionalisme Jurnalis Dalam Menjaga Keutuhan Demokrasi

Saat ini kebahagiaan dan senyum manis para petani mulai dirasakan, setelah banyaknya pabrikan yang memproduksi rokok lokal, harga tembakau rajang naik, bahkan angka stabil di Rp.80ribu pertahun 2024.

Kenaikan BPP tahun 2024 dibanding tahun 2023 meningkat, tembakau tegal 10 persen, Tembakau sawah 13 Persen, tembakau gunung dan perbukitan 12 Persen.

BACA JUGA :  Kali ke-3, Akibat Sengketa Lahan Pasar Bringkoning di Segel

“Alhamdulillah mas, dulu petani tembakau menjerit sebelum adanya pabrikan rokok lokal, bahkan hampir putus asa menjadi petani tembakau, karena harganya rendah bahkan sering rugi, tapi syukur sekarang keberadaan rokok lokal Madura harga stabil, dari ujung sampai bawah semuanya ada nilainya dan bisa menghasilkan uang”. Tutur Muhammad Ra’i petani tembakau asal Pamekasan.

Disisi lain, Hasan warga Larangan, Pamekasan juga sangat bersyukur dengan adanya pabrikan rokok lokal, karena mampu menyerap tenaga kerja, sehingga masyarakat bisa bekerja dengan upah yang bisa mencukupi keluarganya.

BACA JUGA :  Asah Kemampuan Polres Aceh Selatan Gelar Latihan Menembak.

“Tidak ada yang nganggur, Alhamdulillah sekarang masyarakat sangat mudah mendapatkan pekerjaan, hanya bermodal kemauan dan skil sudah bisa menghidupi keluarganya, disini banyak yang bekerja sebagai buruh linting dan tenaga pengemasan”. Singkat Hasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *