SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

MIRIS!, Objek Wisata Pinus Darmaga Jagabaya Tak Mendapat Perhatian Pemda Setempat

Cianjur, CYBERJATIM.ID, – Pengembangan desa wisata dinilai menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mendongkrak kebangkitkan ekonomi desa. Peran aktif pemerintah desa dan pemerintah daerah (pemda) dinilai menjadi faktor penting dan krusial dalam mewujudkan desa wisata yang punya daya tarik tinggi di daerah masing-masing, Minggu (21/05/2023).

Dok: CyberJatim.id.

“Saat ini, wisata desa, menjadi salah satu yang sangat prospektif untuk terus kita kembangkan. Kami menilai wisata desa dapat menjadi jalan rebound ekonomi bagi desa-desa, setelah terjadinya Peristiwa Gempa Bumi Cianjur 21 November 2022 lalu. Tetapi kita butuh dukungan penuh dari masing-masing pemerintah desa maupun pemerintah daerah setempat, ujar Adam Habib Selaku Pengelola sekaligus pencetus adanya wisata Pinus Darmaga Jagabaya ini.

Dok: CyberJatim.id

Masih Adam Habib, Kita sudah beberapa kali datang ke desa untuk meminta dukungan, namun semua hanya angan angan saja tidak pernah ditanggapi. Padahal kita mendirikan wisata ini untuk pemulihan ekonomi bagi warga setempat dan para pemuda yang ngangur, ungkapnya.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Pamekasan Resmikan Bazar Ta'jil Cong Wahyu, Bambang : PKL Jangan Dijadikan Sampah

Saya berharap dengan adanya wawancara oleh media Cyberjatim ini, keinginan dan harapan saya dinas pariwisata bisa hadir dan meninjau langsung ke lokasi wisata ini bisa melihat langsung fakta potensi wisata Pinus Darmaga Jagabaya ini, dan memberikan dukungan serta support untuk membenahi dan memberikan fasilitas fasilitas umum agar wisatawan yang datang bisa merasakan kenyamanan dan bisa menikmati keindahan alam danau Pinus Darmaga Jagabaya ini. Konsep besar sudah saya buat untuk menambah daya tarik wisatawan hanya terkendala tidak adanya dukungan dari pemdes maupun Pemda, dandinas pariwisata yang ada di Cianjur, tegasnya.

Dok: CyberJatim.id

Eka Pratama Putra, Selaku Ketua Sajajar Institute mengatakan kepada media, pengembangan desa wisata menjadi salah satu fokus program kerja dari Kemendes PDTT. Berbagai langkah telah diambil, baik dalam bentuk penguatan regulasi maupun program kerja untuk memperkuat pengembangan desa wisata.

BACA JUGA :  Kapolres Sukabumi Beri Penghargaan pada Anggota yang Pensiun jadi Inspektur Upacara, Ipda Ikhwanudin Terharu dan Pamit dari Polri saat Beri Arahan pada Peserta Upacara

“Berbagai program telah diluncurkan untuk menguatkan desa wisata. Sejak awal Januari 2022 misalnya adanya aplikasi desa wisata nusantara untuk membantu promosi dan meningkatkan layanan bagi wisatawan. Disini lah peran serta Usaha Milik Desa (BUM Desa) sebagai pengelola berbagai desa wisata dimasing masing desa dan menjalin kerja sama dengan para pihak pendukung desa wisata,” ujarnya.

Lanjut Eka Pratama Putra, percepatan pembangunan desa membutuhkan kekuatan supra desa termasuk pemerintah daerah. Menurutnya, kesadaran ini harus dibangun karena terkadang ada beberapa pemda yang tidak support program percepatan pembangunan desa khususnya pengembangan desa wisata.

“Pengelolaan desa wisata itu membutuhkan dukungan penuh pemerintah. Cuma kadang kadang pemerintah daerah tidak ngeh. Makanya pemerintah desa, pemerintah daerah melek jangan tidur ketika melihat ada potensi wisata desa diwilayahnya, segera berikan dukungan agar wisata desa tersebut bisa mempunyai fasilitas umum yang standar dan bisa berinovasi untuk menambah perangsang bagi para wisata lokal maupun nasional, tegasnya.

BACA JUGA :  Ternyata, Pemkab Asahan Belum Juga Mengeluarkan Surat Persetujuan atas Pembangunan Pabrik AMP di Desa Air Teluk Hessa

Sekretaris Jendral Sajajar Institute Eki Anto mengatakan, pengembangan Desa Wisata di berbagai daerah tidak hanya berdampak pada ekonomi desa semata. Lebih dari itu pengembangan desa wisata juga akan memberikan perhatian besar bagi kelestarian budaya maupun alam sebagai modal dasar keberadaan desa wisata.

“Jadi desa wisata itu harapannya bukan tujuan, tetapi dampak dari pelestarian alam yang dilakukan oleh warga masyarakat. Kemudian alamnya menjadi indah, airnya menjadi bagus,” pungkasnya.

Yudi Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *