SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Merenung Sejenak 17 Maret Jumat Pekan Prapaskah III Pantang diharapkan Berpuasa

M@u

 

ATAMBUA, CYBERJATIM.ID – Firman Allah, “Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan Allahmu sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Datanglah membawa kata kata penyesalan dan bertobatlah kepada Tuhan. Berserulah kepada-Nya, Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik..Asyur tidak dapat menyelamatkan kami..kami tidak akan berkata lagi, Ya allah kami,kepada buatan tangan kami.. Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semua itu; siapa yang Budiman, biarlah ia mengetahuinya, sebab jalan jalan Tuhan adalah lurus dan orang benar menempuhnya..(Hos 14:2-10)

Jangan ada diantaramu allah lain, dan jangan lah engkau menyembah orang asing. Akulah Tuhan Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir. (Mzm 81:10-11a)

Datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus dan bertanya..” Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: Hukum yang terutama ialah: “Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwa, dengan popsegenap akal budi dan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang ke dua.. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini.” Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia itu esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia..
(Mrk 12:28b-34).

BACA JUGA :  Keutamaan Sholat Tarawih ke 14, Malaikat Datang Seraya Memberi Kesaksian

Tuhan menghendaki bangsa Israel yang sudah tergelincir dalam dosa dan kesalahan, bertobat, dengan rendah hati memohon pengampunan. Sebab jalan jalan Tuhan adalah lurus dan orang benar menempuhnya.

Maka ketika seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, mengenai hukum yang paling utama, Dia menjawab: Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Saudara/i ku, *”Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan Allah-Mu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu dan bertobat lah kepada Tuhan. Berserulah kepada-Nya, Ampunilah segala kesalahan sehingga kami mendapat yang baik”*. _Seruan diatas ditujukan kepada kita semua. Karena tidak ada satu pun dari antara kita yang tidak tergelincir dan tidak berbuat kesalahan, baik sengaja maupun tidak._

BACA JUGA :  Satukan Persepsi Pengamanan Paskah, Polres Belu Undang Inskait Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Semana Santa 2023

*Maka dari itu Tuhan memanggil kita datang kepada-Nya, untuk bertobat dan menyesali segala perkataan dan perbuatan kita yang tidak berkenan dihadapan Tuhan dan sesama.*
Tuhan berjanji, akan memulihkan kita dari penyelewengan dan mengasihi kita dengan sukarela, supaya iman kita bertumbuh subur dan berbuah dalam kebaikan dan kebenaran.

_Sehingga kita mampu untuk melaksanakan hukum kasih yang diajarkan oleh Yesus. Yaitu, *”Mengasihi Tuhan Allah segenap hati, jiwa dan akal budi kita, dengan mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri”.* Karena kasih adalah sarana utama kita dalam mengamalkan perintah Allah_.

*Sebab tidak ada hukumnya lain yang lebih utama dari pada ke dua hukum kasih seperti diatas. Dan mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri jauh lebih utama dari segala korban dan persembahan*. (Markus 12:31b.33)

BACA JUGA :  Telah Diduga Penambangan Pasir yang Berada di Kabupaten Asahan Tidak Membayar Pajak dan Tidak Berijin

*Dan karena Allah telah mengasihi kita terlebih dahulu.* Seperti firman Tuhan yang disampaikan oleh Hosea, *”Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murkaku telah susut terhadap mereka.”* (Hosea 14:5)

_*Marilah kita bertobat dengan mengasihi Tuhan, dengan segenap jiwa, akal budi dan kekuatan kita, melalui keluarga dan sesama. Supaya kita semakin bijaksana dan budiman, sehingga kita memahami dan mengetahui, bahwa jalan Tuhan adalah lurus dan kita menempuhnya*_.

_Ya Allah Yang Maha Kasih, curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya kami dibebaskan dari kesalahan kesalahan manusiawi dan mentaati ajaran yang Engkau berikan kepada kami. Sehingga kami mampu mengasihi Engkau dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi dan segenap kekuatan kami_. Amin

Selamat Beraktivitas.
Tuhan Yesus Memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *