Menjaga Moral Politik, di Bumi Repulik Hebat Pamekasan
OPINI,- Saya berharap anak muda di Republik Hebat mau terjun ke dunia politik. Menurutnya, anak muda merupakan aset bagi kemajuan Republik Pamekasan Hebat
Sebagian besar dari mahasiswa jika ditanya cita-citanya pasti hanya sedikit yang menjawab jadi politisi atau ingin menjadi pejabat. Jika pun ada jawaban menjadi pejabat biasanya hanya Kepala daerah itu pun hanya cita-cita belaka.
Pandangan anak muda perihal politik selalu buruk, biasanya menyebutkan politik itu kotor, politik itu teman jadi musuh, musuh jadi teman tidak ada yang abadi, politik juga dipandang ladang kotor yang berorientasi pada uang.
Padahal berdinamika di kampus dan organisasi termasuk bagian dari politik, tetapi masih sangat sedikit anak muda yang terjun ke dunia politik praktis. Lagi-lagi dengan alasan cost politic yang mahal membuat anak muda enggan bergabung ke dunia politik.
Tentang dunia politik dari para tokoh terkenal berisi pesan sarat makna. Bagi yang belum tahu, politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.
Dunia politik kerap menjadi hal yang selalu menarik untuk diikuti. Jadi, wajar saja banyak orang yang senang mengikuti dan membahas dunia politik
Kendati demikian, ada juga yang memilih cuwek dengan dunia politik karena kerap dinilai menimbulkan kegaduhan.
Tidak sedikit orang beranggapan, dan bertanya tanya kepada saya sebgai pejabat publik di Pamekasan dengan dunia politik yang sering mengawal moral masyarakat di Republik Hebat. Sehingga, sebagian orang menilai pejabat publik tak sepatutnya terjun ke dunia politik praktis, di mana pernah dalam masa perjalanan bangsa ini, politik identik dengan ketidaksucian.
Padahal, sebagai pewaris demokrasi semestinya mampu menjalankan tugas apa pun. Termasuk terjun ke dunia politik praktis dengan satu catatan penting, bulatnya tekad dan sucinya niat, semata-mata demi menegakkan keadilan dan menciptakan kemakmuran bagi rakyat Republik Hebat demi mendapatkan keridhaan Allah Ta’ala.
UUD 45 dan Pancasila merupakan warisan nilai dan wujud kongkrit pengorbanan para pendiri bangsa yang di antaranya juga terdiri siapun warga republik hebat ini.
Dengan kata lain, sebagai Warga Pamekasan Republik Hebat tak semata cerdas secara kognitif, tapi juga sangat cerdas secara emosional dan spiritual, sehingga kecerdasan intelektual yang dimiliki mampu mendorongnya berkiprah secara lebih baik, lebih mengutamakan kepentingan rakyat daripada diri, keluarga, kelompok, dan golongannya. Memang setuju dengan rekomendasinya ulama dalam kontestasi politik 2024 merupakan sebuah harapan sekaligus jawaban untuk perubahan Pamekasan
Kedua, secara sosiologis, kesadaran Masyarakat Republik Hebat akan posisi strategis ulama dalam menyelamatkan kedaulatan Republik Hebat mulai membaik, bahkan kesadaran itu dalam beberapa hal telah menjelma menjadi gerakan kongkrit di tengah-tengah kehidupan Masyarakat Republik Hebat yang diisi oleh demo – demo untuk menjadikan Demokrasi yang lebih baik.
Dalam kalkulasi politik, situasi dan kondisi tersebut tentu saja sebuah faktor utama yang patut diperhatikan. Terlebih kini para Kyai tidak lagi sebatas menjadi pelengkap demokrasi tetapi telah berubah menjadi penentu warna dan arah demokrasi.
Eksistensi ulama di Pamekasan Republik Hebat menjadi semakin disadari, strategis di Republik Hebat ini seiring dengan berbagai peristiwa yang mendiskreditkan para tokoh yang ada dipamekasan baik secara hukum maupun sosial. Publik telah dibuat sadar dengan beragam bentuk penyerangan dan kriminalisasi terhadap para pesaingnya.
Kita mungkin saja bisa mengaburkan esensi dari peristiwa yang terjadi tetapi nalar kritis publik, tak mungkin dibungkam dengan narasi irasional dan ganjil. Terlebih dalam sejarah kehidupan masyarakat Republik Hebat, ulama dan masyarakat ibarat dua sisi mata uang, tak bisa dipisahkan, apalagi dipertentangkan.
Di sisi lain, dunia politik bisa memberikan perubahan di masyarakat. Politik turut berperan mewujudkan kebaikan bersama.
Dakam teori itu buah yang manis hanya bisa dipetik dari pemilihan bibit yang unggul.
Red
Penulis : M. Hanafi, SH. Mantan Kalapas Kelas 2 A Pamekasan





