Longsor Di kecamatan Lamaknen Selatan, Pemerintah Kabupaten Belu Lakukan Hal ini
BELU, CYBERJATIM.ID – Sebanyak 35 warga Dusun Haulata, Desa Lutharato, Kecamatan Lamaknen Selatan mengungsi akibat permukiman mereka tertimbun longsor. Longsor di Haulata akibat guyuran hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Belu hampir seminggu.
Longsor yang memporak – porandakan 28 rumah warga Desa Lutharato, Warga pun langsung diungsikan dirumah-rumah tetangga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Menyikapi peristiwa ini, Wakil Bupati Belu bersama jajaran segera mendatangi lokasi bencana longsor di Desa Lutharato. Untuk menuju lokasi longsor, Wabup Belu mengendarai sepeda motor dengan dikawal warga dan saat menemui warga pengungsi, Wabup Aloysius meminta mereka untuk bersabar dan berdoa agar bencana ini cepat berlalu.
Disela-sela peninjauan bencana longsor, Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens mengungkapkan keprihatinan kepada warga Desa Lutharato yang mengalami musibah.
“Pemerintah akan memperhatikan
saudara-saudari kita yang mengalami musibah akibat bencana alam tanah lonsor. Kurang lebih 28 rumah hancur total. 34 Kk yang terdampak sudah diungsikan ke tetangga yang terdekat. Bagi mereka yang kena musibah, pemerintah akan menangani dalam waktu yang secepatnya,” ungkap Wabup Belu.
Wabup menegaskan, hal utama yang segera diupayakan pemerintah adalah makanan, obat-obatan, dan kebutuhan air bersih.
“Termasuk kondisi kesehatan warga segera kita tangani, tim medis dalam hal ini dokter sudah berada dilokasi dan berbaur bersama unsur TNI-Polri untuk membantu warga yang kena musibah bencana alam. Pemerintah setempat juga telah memberikan bantuan sementara untuk mengatasi situasi saat ini,” ujar Wabup.
Wabup Belu mengharapkan, semua pihak yang kini berada dilokasi bencana agar tetap memberikan perhatian dan memperioritaskan logistik makanan, obat-obatan dan air bersih.
“Untuk pemukiman bagi warga terdampak, kita akan melihat lokasi yang cocok dan sesuai. Hal lain yang harus mendapat perhatian adalah akses jalan terputus, mengingat mobilisasi bantuan ke lokasi bencana,” tandasnya
Kendati terkendala akses ke lokasi bencana, ungkap Wabup Aloysius bahwa bantuan yang disalurkan akan dilakukan secara estafet.
“Dari Atambua menuju Sisi Fauberal, baru kemudian menuju ke Dusun Haulafa Desa Lutharato yang terdampak bencana. Mobilisasi logistik akan dibantu oleh aparat TNI-Polri. Mudah-mudahan, besok alat berat sudah ada dilokasi untuk menimbun kembali jalan yang patah, supaya bisa di lalui kendaraan untuk melayani masyarakat yang terdampak,” jelas Wabup.
Wabup Belu juga menghimbau, agar masyarakat tetap siaga dan segera meninggalkan lokasi-lokasi yang mulai terancam longsor, ke lokasi pemukiman yang aman.
“Sementara waktu keadaan cuaca seperti ini. Jangan paksakan ke kebun sebelum cuaca membaik. Kemudian jangan membiarkan diri dalam kondisi sakit dan harus inisiatif ke tempat posko kesehatan, yang sudah ada di pos TNI,” imbuh Wabup Belu.





